TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 8.000 peserta hadir mengikuti seminar pendidikan yang digelar Ganesha Operation (GO), bimbel terbesar di Indonesia bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Graha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana) ini dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) serta dihadiri oleh siswa kelas 6 SD, 8–9 SMP, 11–12 SMA/SMK, kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa yang mendampingi anak-anaknya.
Seminar yang mengangkat tema "Strategi Meraih Nilai TKA Tinggi dan Lulus ke SMP, SMA/SMK Favorit, dan PTN/PT Kedinasan Impian" itu dibuka secara daring oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo.
Tidak hanya seminar pendidikan, Gubernur NTT juga sekaligus membuka rangkaian kegiatan lain dalam program kerja sama tersebut, yaitu:
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan zaman.
"Di tengah perubahan yang semakin cepat, investasi terbesar yang dapat dilakukan bukan pada infrastruktur semata, tetapi pada kualitas manusia, pada kualitas SDM, yang akhirnya bisa menentukan kualitas ke depan," katanya.
Ia juga menyoroti posisi NTT dalam peta pendidikan nasional. Berdasarkan hasil TKA se-Indonesia, NTT saat ini berada di peringkat ke-36 dari 38 provinsi, sebuah angka yang menurutnya harus menjadi tanggung jawab bersama.
"Budaya baca, disiplin siswa, dan perhatian terhadap akses pendidikan tentu menjadi kebutuhan kita bersama. Semua itu membutuhkan kerja sama semua pihak untuk bisa memperbaiki kondisi ini," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo yang juga hadir secara daring menyampaikan harapannya agar NTT makin berdaya saing melalui persiapan peserta didik yang lebih baik.
"Semoga dari kerja sama ini kita bisa membuka ruang dan peluang bagi anak-anak NTT untuk bisa menggapai hasil yang lebih baik. Hasil TKA ini semacam sertifikat bagi anak-anak kita nanti untuk bisa memilih perguruan tinggi negeri yang mereka idam-idamkan. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Ganesha Operation yang mau melirik NTT," ujarnya.
Seminar pendidikan dilaksanakan dalam dua sesi yang terbagi menjadi sesi untuk siswa SMA/SMK yang akan menghadapi persaingan masuk ke PTN/PT Kedinasan dan sesi selanjutnya dikhususkan untuk siswa kelas 6, 8, dan 9 agar mereka bisa lulus ke SMP dan SMA/SMK favorit.
Prof. Bob Foster sebagai narasumber utama menyoroti pentingnya kesiapan siswa dalam menghadapi TKA.
Menurutnya, hasil TKA kini menjadi satu di antara komponen penting dalam berbagai jalur seleksi pendidikan sehingga diperlukan strategi belajar yang tepat sejak dini.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Ganesha Operation, capaian nilai TKA siswa di berbagai jenjang pendidikan masih perlu ditingkatkan.
"Nilai TKA saat ini menjadi salah satu syarat pada jalur prestasi dalam SPMB, bahkan turut menjadi komponen pendukung dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP. Karena itu, siswa perlu mempersiapkan diri dengan baik sejak sekarang," ujarnya.
Ia menjelaskan, Ganesha Operation yang merupakan bimbel tatap muka berbasis teknologi online mengombinasikan pembelajaran konvensional dengan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi GO Expert sehingga siswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja.
"Melalui Formula 3B, kami mendorong siswa untuk belajar, berlatih, dan bertanding secara konsisten. Pendekatan ini telah membantu banyak siswa mendapatkan nilai 100 di TKA, bahkan ada yang nilainya sempurna di semua mata pelajaran yang diujikan," ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji yang hadir secara langsung pada sesi kedua mengatakan, tantangan siswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kesiapan strategi belajar dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen.
"Kami berharap bekal yang diperoleh melalui seminar ini dapat menambah rasa percaya diri siswa untuk meraih prestasi yang lebih baik," katanya.
GO Dorong Siswa NTT Siapkan Diri Hadapi Tantangan Pendidikan
Prof. Bob Foster mengajak para siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan.
Ia menyampaikan, siswa NTT memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi di tingkat nasional selama memiliki semangat belajar, kedisiplinan, dan persiapan yang matang.
Menutup rangkaian seminar, Prof. Bob memberikan semangat kepada siswa untuk belajar konsisten.
"Sukses bukanlah nasib, sukses adalah buah dari persiapan, kerja keras, dan antusiasme secara konsisten. Sukses untuk kita semua!" ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi menghadapi TKA, pengelolaan waktu belajar, hingga persiapan menghadapi seleksi masuk sekolah ataupun perguruan tinggi. (*)