TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Sulawesi Utara yang berlaku pada 28 hingga 30 Juli 2026.
Berdasarkan informasi BMKG, tidak terdapat potensi hujan dengan status Waspada, Siaga, maupun Awas selama periode tersebut.
Namun, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.
• Terjadi Gempa Bumi di Barat Daya Kota Bogor, Selasa 28 Juli 2026
Wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Kantor Tribun Manado berada di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, pelaku wisata, dan pengguna transportasi laut, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta mewaspadai dampak angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kota Manado
Kota Bitung
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Talaud
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini