Ukraina Serang Kapal di Laut Kaspia, Iran Ancam Pembalasan Setimpal
Rustam Aji July 28, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN — Ketegangan geopolitik global kian memuncak setelah Iran mengancam akan melancarkan aksi balasan usai kapalnya dihantam serangan Ukraina di perairan Laut Kaspia pada Sabtu (25/7/2026).

Insiden mematikan yang menewaskan satu pelaut dan melukai sejumlah awak kapal komersial tersebut berisiko menyeret konflik Rusia-Ukraina ke dalam eskalasi perang regional yang lebih luas.

Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam atas tindakan Kyiv yang dinilainya sebagai langkah salah kalkulasi.

"Setiap serangan terhadap Iran selalu memiliki konsekuensi. Ukraina juga mungkin segera memahami bahwa Iran tidak membiarkan tindakan seperti ini tanpa balasan," tegas Azizi melalui akun media sosial resminya, Senin (27/7/2026).

Pelanggaran Piagam PBB dan Tuduhan Provokasi Israel

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengutuk keras aksi militer tersebut dan menyebut serangan Ukraina terhadap kapal Iran di Laut Kaspia sebagai pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lebih jauh, Araghchi menuding Israel berada di balik provokasi ini demi memicu keterlibatan kekuatan Eropa dalam skala konflik yang lebih besar.

Baca juga: Tinggal Berdampingan tapi Kelahi, Pria di Kebumen Aniaya Kerabat Pakai Cangkul

Protes diplomatik resmi telah dilayangkan Teheran dengan memanggil Kuasa Usaha Ukraina di Iran. Selain itu, Araghchi langsung berkoordinasi melalui saluran telepon bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov guna membahas implikasi keamanan kawasan.

Versi Kyiv: Targetkan Logistik Militer Rusia-Iran

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membenarkan bahwa pasukannya menggelar serangan jarak jauh di perairan Laut Kaspia. Namun, Kyiv membantah menargetkan kapal sipil murni, melainkan armada yang membawa kargo dan perlengkapan militer hasil kerja sama Iran dan Rusia.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengonfirmasi bahwa armada yang disasar merupakan jalur vital pengiriman logistik perang. Zelensky merinci bahwa intelijen Ukraina mendeteksi adanya aktivitas pengintaian satelit Rusia terhadap fasilitas militer Amerika Serikat dan negara-negara Teluk sejak awal Juli, yang hasilnya diserahkan kepada Teheran.

Baca juga: Amankan Poin di Prancis, Ramadhipa Masuk 5 Besar Pebalap Terkencang paruh Musim    

"Iran sebenarnya telah terlibat dalam perang ini sejak awal dengan memasok ribuan drone Shahed, senjata, hingga teknologi militer kepada Rusia untuk menyerang kota-kota kami," ungkap Zelensky dalam wawancara dengan Sky News, seraya menambahkan bahwa pasukannya tidak akan mengabaikan ancaman logistik musuh.

Dukungan Belasungkawa dari Moskow

Insiden di Laut Kaspia ini kian mempertegas koordinasi erat antara Teheran dan Moskow. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya pelaut Iran. Pihak Iran juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas wilayah Astrakhan, Rusia, yang bergerak cepat membantu evakuasi dan penanganan medis para awak kapal korban serangan Ukraina tersebut. (inas/kps)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.