Petugas BKSDA Jateng Selamatkan Lutung Jawa Kesetrum di Semarang, Tangan Nyaris Putus
Daniel Ari Purnomo July 28, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menerima seekor lutung Jawa (Trachypithecus auratus) hasil evakuasi tim gabungan di Kampung Plalangan, RT 04/RW I, Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Selasa (28/7/2026).

Satwa liar yang dilindungi tersebut saat ini harus menjalani perawatan serta observasi medis intensif akibat menderita luka berat pada tangan kiri yang nyaris putus.

Jalani Observasi Medis

Baca juga: Bikin Geger Warga Demak. Hewan Diduga Lutung Jawa Terekam Asyik Makan Belimbing di Pohon

Dokter Medik BKSDA Jawa Tengah dr Sugiyarto menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal mendeteksi luka parah pada bagian tangan kiri lutung akibat tersengat aliran listrik.

"Kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, yang jelas tangannya menggantung tinggal dagingnya," kata Sugiyarto.

Kendati mengalami cedera serius, kondisi fisik lutung Jawa tersebut dinilai masih tergolong cukup aktif serta lincah bergerak sewaktu dievakuasi.

Kondisi lincah tersebut memberikan secercah harapan bahwa hewan langka ini masih mempunyai peluang besar untuk sembuh total setelah memperoleh tindakan medis.

Menurut penuturan dr Sugiyarto, lutung Jawa itu bakal menjalani tahapan observasi mendalam sebelum tim dokter mengambil tindakan medis lanjutan.

"Akan diobservasi terlebih dulu dan dilakukan anestesi dulu apakah harus diamputasi atau harus disambung, nanti diperiksa lukanya setelah tindakan terus menerus," imbuh Sugiyarto.

Proses Evakuasi Ketat

Sebelum ditangani tim medis BKSDA, proses evakuasi satwa dilakukan oleh personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang bersama BKSDA Jawa Tengah.

Saat menjalankan aksi penyelamatkan, para petugas melengkapi diri dengan peralatan pelindung standar seperti helm pengaman dan sarung tangan tebal.

Petugas terlebih dahulu memasang jaring penangkap di bawah kurungan bambu tempat warga mengamankan lutung agar hewan tersebut tidak kabur sewaktu dipindahkan.

Kurungan bambu penutup lantas diangkat secara perlahan hingga seluruh tubuh lutung masuk secara aman ke dalam jaring penangkap.

Setelah berhasil dijaring, petugas segera memindahkan lutung Jawa tersebut ke dalam kandang besi khusus lalu mengunci pintunya secara rapat.

Sejumlah warga setempat terlihat menyaksikan rangkaian proses evakuasi dari jarak aman sewaktu lokasi kejadian disterilkan oleh petugas.

Ditemukan Jatuh Pingsan

Kasi Penyelamatan Damkar Kota Semarang Listiyanto menjelaskan bahwa lutung itu awalnya ditemukan warga sekira tengah hari dalam posisi tergantung pada kabel listrik.

Tidak berselang lama setelah tersengat aliran listrik, satwa liar tersebut langsung terjatuh bebas ke badan jalan.

"Oleh warga ditutup kurungan ayam terus dilaporkan kepada rekan-rekan Damkar," kata Listiyanto.

Menerima laporan dari masyarakat, jajaran Damkar langsung mengerahkan personel penyelamat dari Pos Damkar Gunungpati.

Selain itu, regu bantuan tambahan dari Pos Induk Madukoro Semarang Indah turut diterjunkan demi mendukung penanganan bersama BKSDA Jawa Tengah.

"Setelah dapat laporan ada lutung tersengat listrik, kemudian kita ke TKP, ternyata benar hewannya ada di sana, kita hubungi Pos Madukoro bersama BKSDA terkait koordinasi dengan tim gabungan dan kita juga minta petunjuk dari BKSDA," ungkap Listiyanto.

Marak Masuk Permukiman

Berdasarkan penuturan warga lokal, lanjut Listiyanto, ada sekitar tiga ekor lutung Jawa yang selama ini diketahui sering keluar dari kawasan hutan menuju permukiman.

Warga menduga kuat lutung yang dievakuasi tersebut merupakan individu sama yang pernah tersengat listrik beberapa waktu lalu.

"Itu ada tiga ekor sebenarnya, dia biasanya keluar tiga ekor, sepertinya kesetrum dua kalinya, kemarin sudah kesetrum tapi jatuh terus lari, yang ini dia jatuh pingsan," jelas Listiyanto.

Ia menambahkan bahwa kondisi tutupan vegetasi hutan kawasan Gunungpati yang masih lebat menjadikan wilayah tersebut sebagai habitat alami lutung Jawa.

"Itu kemungkinan lepas liar, tapi habitat di sana bisa juga, karena masih banyak tutupan hutannya," pungkas Listiyanto. (rez)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.