Kebiasaan Ngorok Bisa Berujung Serangan Jantung, Kok Bisa? Ini Kata Pakar Tidur
GH News July 28, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Banyak orang menganggap ngorok saat tidur sebagai hal biasa, terutama setelah tubuh kelelahan. Padahal, ngorok yang disertai henti napas berulang bisa menjadi tanda sleep apnea, gangguan tidur yang tidak boleh dianggap sepele.

Menurut dokter spesialis kesehatan tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT sleep apnea dapat menyebabkan seseorang napasnya terhenti saat tidur, dan jika tidak diobati, kondisi ini bisa berujung pada kematian.

"Makannya dibilang sleep apnea ini sebagai silent killer," kata dr Andreas dalam acara detikSore, Senin (27/7/2026).

Apa Penyebabnya?

dr Andreas mengatakan bahwa sebenarnya agak sulit melihat penyebab dari sleep apnea ini. Terlebih sebagai orang Asia, penduduk Indonesia memiliki rahang yang sempit dan leher pendek.

Namun, gaya hidup yang kurang baik bisa menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi tersebut.

"Obesitas, tambah usia, kemudian merokok kan bikin panas kebakar saluran napasnya jadi makin bengkak, saraf di sini (leher) rusak, sehingga saluran napasnya ini lembek atau lunak. Jadi ketika tidur rileks, dia nutup," katanya.

Jika dibandingkan dengan mereka dari benua lain yang memiliki rahang lebar, dr Andreas mengatakan faktor utama penyebab sleep apnea adalah obesitas.

"Kalau buat kita belum tentu loh. Nah, sedihnya lagi, orang banyak tahunya 'waduh ini ngorok nih', jangan-jangan gara-gara gemuk. Jadi bangun pagi, subuh dia lari," katanya.

"Tanpa sadar bahwa pada saat tidur, jantungnya kerja keras, terus olahraga, ya serangan jantung. Ini banyak, sering terjadi," sambungnya.

dr Andreas menekankan, jika seseorang mengalami ngorok atau mendengkur, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk benar-benar mengetahui kondisi tubuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.