7 Alumni SMAN 1 Cepu Blora Jadi Korban Konten AI Berbau Pornografi, Diduga Pelakunya Mahasiswa
raka f pujangga July 28, 2026 10:11 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyelidikan kasus manipulasi foto dan video pornografi berbasis deepfake AI yang ditangani Ditsiber Polda Jawa Tengah mengungkap fakta baru terkait latar belakang para korban.

Tujuh perempuan yang menjadi sasaran rekayasa digital ini ternyata saling mengenal dan merupakan alumni dari sekolah yang sama, yakni SMAN 1 Cepu, Kabupaten Blora.

Baca juga: Mahasiswi Solo Korban Deepfake AI Lapor Polda Jateng, Begini Awal Kronologinya

Saat ini, olda Jawa Tengah tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan penyebaran konten pornografi hasil manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake AI yang menimpa seorang mahasiswi di satu di antara perguruan tinggi negeri (PTN) di Surakarta/Solo.

Laporan itu telah diterima Direktorat Siber Polda Jawa Tengah. 

Polisi kini mendalami dugaan tindak pidana penyebaran konten digital bermuatan pornografi yang menggunakan wajah korban, namun dimanipulasi dengan tubuh orang lain melalui teknologi AI.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan adanya laporan tersebut. 

Dia mengatakan penyidik saat ini masih melakukan penyelidikan.

"Betul, yang bersangkutan sudah melapor ke Ditsiber Polda Jateng, dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," kata Artanto kepada Tribunjateng.com, Selasa (28/7/2026) sore.

Korban berinisial E didampingi kuasa hukumnya, Zainal Petir, melaporkan dugaan pelecehan digital itu setelah merasa penyebaran konten hasil rekayasa AI semakin mengganggu dan berpotensi mencemarkan nama baiknya.

Menurut Zainal Petir, kliennya menjadi korban manipulasi puluhan foto dan dua video menggunakan teknologi deepfakeAI.

"Puluhan foto diedit menjadi tidak senonoh menggunakan AI, wajah asli milik korban, badan posisi berdiri diedit telanjang bulat. 

Kemudian, ada dua video manipulasi yang sedang melakukan adegan hubungan badan dengan berbagai posisi. 

Fotonya wajahnya dia (korban), tapi leher ke bawah punya orang lain," kata Zainal.

Dia menegaskan korban sama sekali tidak pernah melakukan adegan sebagaimana yang ditampilkan dalam foto maupun video tersebut. 

Seluruh konten itu disebut merupakan hasil rekayasa digital yang berdampak besar terhadap kondisi psikologis korban.

Zainal menjelaskan, korban kali pertama mengetahui keberadaan konten tersebut pada 1 Januari 2026 setelah menerima pesan langsung (direct message/DM) dari sejumlah akun Instagram anonim.

Akun-akun tersebut mengirimkan foto-foto hasil editan AI yang bermuatan pornografi.

Saat ditanya mengenai asal-usul gambar itu, akun anonim tersebut mengaku memperoleh materi dari sebuah grup Telegram. 

Namun, pengguna akun tersebut tidak bersedia menyebutkan nama grup yang dimaksud.

Pada awalnya, korban memilih mengabaikan karena meyakini gambar yang beredar hanyalah hasil manipulasi. 

Namun, setelah penyebarannya terus berlanjut, korban akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum.

Zainal menambahkan proses penanganan perkara telah berkembang.

"Sudah ada peningkatan penanganan. Penyidik Siber sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi," lanjut dia.

7 Korban Saling Mengenal

Selain E, Zainal menyebut terdapat enam perempuan lain yang diduga menjadi korban manipulasi serupa. 

Seluruhnya disebut pernah bersekolah di SMAN 1 Cepu, Kabupaten Blora.

Menurut dia, empat korban saat ini merupakan mahasiswi di sejumlah perguruan tinggi di Semarang, sementara tiga lainnya berada di Surakarta, termasuk E.

Atas dasar itu, dia meminta Direktorat Siber Polda Jawa Tengah mengusut tuntas perkara tersebut hingga pelaku diproses secara hukum.

"Saya minta supaya Direktur Siber Polda Jawa Tengah untuk segera bekerja maksimal. Petunjuk-petunjuk sudah sangat jelas. 

Saya yakin pelaku akan terungkap," kata dia.

Zainal mengatakan para korban diketahui saling mengenal karena berasal dari sekolah yang sama.

Hal itu didapat dari hasil profiling yang telah dilakukan penyidik.

Baca juga: Pemeran Laki-Laki Bandar Bergetar Akhirnya Ditahan, Polres Batang Bongkar Skema Transaksi Pornografi

Dia menduga arah penyelidikan mengarah kepada seorang mahasiswa, namun identitasnya diserahkan sepenuhnya kepada penyidik.

"Saya yakin penyidik bisa mengungkap kasus ini karena petunjuk-petunjuknya sudah cukup jelas.

Namun untuk identitas pelaku, kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik sampai proses penyelidikan selesai," pungkas Zainal. (rez)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.