Terbongkar Percakapan Satpam Sumarna dengan Geng Motor Sebelum Ditemukan Tewas
Noval Andriansyah July 28, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Purwakarta - Isi percakapan terakhir antara almarhum Sumarna (42), satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas terborgol, dengan sekelompok pemuda yang diduga anggota geng motor akhirnya terbongkar.

Baca juga: Heboh Kabar Pembunuh Satpam Sumarna Telah Ditangkap, Polisi Beri Penjelasan

Berdasarkan keterangan saksi dan pihak desa setempat, percakapan tersebut berlangsung tenang tanpa diwarnai adu mulut maupun cekcok.

Klarifikasi ini menepis spekulasi liar yang menyebut korban dihabisi karena terlibat keributan hebat saat menegur aksi vandalisme di kawasan waduk.

Prahara dugaan keterlibatan geng motor ini mencuat usai munculnya coretan nama kelompok seperti 'RPM' dan 'GBR' serta tulisan "ini gaya aing" di area Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur.

Kepala Desa setempat yang memberikan penjelasan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, Sumarna sama sekali tidak melakukan peneguran secara kasar, melainkan hanya mengajak bicara baik-baik sekelompok pemuda yang melintas.

"Memang almarhum itu pernah memanggil, bukan menegur. Karena tidak diketahui siapa yang menulisnya, jadi beliau menanyakan kepada yang dianggap anak GBR," ujar sang Kades menceritakan kronologi percakapan tersebut, dilansir TribunnewsBogor.com.

Dalam obrolan santai itu, Sumarna sekadar bertanya mengenai pelaku vandalisme dan berpesan dengan nada persuasif agar tulisan-tulisan di fasilitas umum tersebut segera dibersihkan.

"Dia menanyakan 'ini siapa yang mencorat-coret ini?'. Nah, mereka tidak mengaku. Almarhum lalu berpesan, 'Tolong lah kalau ada yang memang merasa mencoret ini dihapus aja'. Jadi tidak terjadi ribut sama sekali," lanjut Kades menegaskan.

Dengan fakta percakapan tersebut, dugaan motif pembunuhan akibat dendam usai diomeli korban belum dapat dibenarkan.

Polisi Amankan Pemuda Terkait dan Luruskan Status WA

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengonfirmasi bahwa aksi corat-coret fasilitas umum di area waduk memang benar adanya.

Guna mendalami keterkaitannya dengan kematian korban, tim penyidik telah mengamankan beberapa pemuda yang sempat diajak bicara oleh Sumarna untuk diperiksa sebagai saksi.

"Benar adanya tindakan mural atau corat-coret. Kami juga sudah mengamankan beberapa orang untuk diperiksa guna pendalaman lebih lanjut," terang AKP I Made Purwantara, Senin (27/7/2026).

Selain mengamankan sekelompok pemuda, polisi juga meluruskan isu video status WhatsApp viral yang memperlihatkan tulisan vandalisme dengan narasi suara kekecewaan.

Polisi memastikan suara dan video tersebut bukan milik almarhum Sumarna.

"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," tegas Made.

15 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi kunci yang terdiri dari keluarga, rekan kerja sesama petugas PJT II, hingga warga di sekitar TKP.

Pihak medis RS Sartika Asih Bandung juga telah menyerahkan dokumen hasil autopsi untuk dianalisis oleh tim penyidik.

Meski telah mengamankan beberapa pemuda untuk dimintai keterangan, AKP I Made Purwantara menegaskan, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian misterius satpam terborgol tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.