TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Afriyanto (42), warga Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas (Unand), Selasa (28/7/2026).
Penghentian operasi dilakukan setelah upaya pencarian selama tujuh hari sejak korban dinyatakan hilang tidak membuahkan hasil.
Komandan Tim (Dantim) Pencarian, Riko Likardo, mengatakan hingga hari ketujuh operasi, korban belum ditemukan meski area pencarian telah diperluas.
"Hari ini, Selasa (28/7/2026), merupakan hari ketujuh pencarian. Survivor belum ditemukan, hasilnya masih nihil," ujar Riko.
Baca juga: Kembali Berulah, Residivis Curanmor di Padang Diringkus Usai Embat Honda Scoopy
Ia menjelaskan, tim SAR gabungan telah menyisir kawasan hutan dengan cakupan sekitar empat kilometer persegi sesuai rencana operasi yang telah disusun.
Menurutnya, penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan antara tim SAR gabungan dengan pihak keluarga korban.
"Operasi SAR dinyatakan ditutup walaupun survivor belum ditemukan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi pencarian akan dibuka kembali," katanya.
Pada hari terakhir operasi, tim SAR gabungan mulai bergerak sejak pukul 07.30 WIB dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada.
Sementara SRU kedua melakukan penyisiran pada sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan menggunakan metode pencarian darat.
Baca juga: Toko Emas Damrah Pasar Raya Padang Gelar Promo, Transaksi Emas Antam Melonjak
Namun hingga pukul 17.45 WIB, seluruh proses pencarian belum menunjukkan hasil.
Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB dilakukan debriefing dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Afriyanto terakhir terlihat berada di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Unand, tepatnya di atas kawasan Politeknik Negeri Padang, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Sejak saat itu korban tidak kembali dan tidak dapat dihubungi.
Pihak keluarga bersama warga telah melakukan pencarian secara mandiri sejak Rabu (22/7/2026), namun tidak menemukan keberadaan korban.
Laporan resmi kemudian diterima Kantor SAR Padang pada Senin (27/7/2026), sehingga operasi SAR gabungan segera dilaksanakan.
Baca juga: Tak Hanya Pulang Berhaji, Pemko Minta Jemaah Ikut Mengawal Pembinaan Generasi Muda di Padang
Dalam operasi tersebut, SAR Padang mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya kendaraan rescue, peralatan mountaineering, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga drone thermal.
Operasi juga melibatkan personel dari Polsek Pauh, BPBD Kota Padang, KSB Pauh, Ideru, Rumah Zakat, Mapala Unand, serta perangkat kelurahan.
Selama proses pencarian, medan hutan yang luas menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan. Meski demikian, pencarian telah dilakukan secara maksimal sebelum akhirnya diputuskan untuk menghentikan operasi sesuai prosedur.(*)