Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Lansia sakit yang dievakuasi warga menggunakan truk di Dusun Jlopo, Desa Curahmojo, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, viral di media sosial.
Lewat tayangan video yang diupload di media sosial Facebook tersebut, terlihat warga menghampiri seorang kakek-kakek yang kesakitan di kawasan bekas galian pasir.
Baca juga: Hubungkan 2 Desa yang Terpisah Sungai Parit Agung, Jembatan Apung di Tulungagung Jadi Obyek Wisata
Kakek yang ditemukan warga ini bernama Doso (70).
Yang bersangkutan dikabarkan meninggalkan rumah di Dusun Jlopo, Desa Curahmojo, pada Minggu (26/7/2026) siang.
Saat ditemukan pada Senin (27/7/2026), sekitar pukul 16.00 WIB, korban mengenakan kaos lengan panjang warna biru muda, dengan celana pendek hitam dengan kondisi terlentang dan memegang kaki kanannya.
"Kemungkinan rotoh (jatuh) ini Doso, pinggangnya kesakitan perutnya sampai diikat tali. Untungnya tadi ketemu, kalau tidak, tidak tahu nasibnya bagaimana," ujar seorang pria di dalam video viral, yang diakses pada Selasa (28/7/2026).
Dengan suara lirih, Doso mengerang kesakitan di bagian pinggang dan kedua kakinya.
Warga pun bergegas mencari bantuan, untuk segera membawa korban mendapat pertolongan medis.
"Cepat panggilkan ambulans," kata pria tersebut sembari memvideo kondisi korban.
Keluarga korban bersama warga setempat beramai-ramai mendatangi lokasi.
Mereka terpaksa menggunakan alat seadanya berupa bale bambu untuk menolong korban yang tidak dapat berjalan diduga usai terjatuh.
Proses evakuasi berlangsung hampir 2 jam, akibat kendala akses jalan yang terjal dan sulit dijangkau.
Selama proses evakuasi korban ditandu, warga memintanya tetap menjaga kesadarannya.
"Jangan tidur Pak Dos, ini sudah sama Pak Polo," kata keponakan korban, Sunaryo (42), saat ikut mengevakuasi pamannya.
Mirisnya, korban terpaksa dievakuasi menggunakan truk karena ketiadaan mobil siaga desa.
Kedatangan korban disambut ramai masyarakat setempat untuk ikut membantu mengangkat korban dari atas truk ke rumahnya.
Jarak jalan desa ke rumah korban sekitar lebih dari 20 meter.
"Mobil siaga desa (ambulans) yang warga inginkan, hai calon-calon Lurah, lihat ini kalau ada warga sakit tidak mobilnya," ucap Sunaryo sambil menunjuk truk yang mengangkut pamannya tersebut.
Menantu korban, Muhaimin (32) menjelaskan, mertuanya ditemukan sekitar dua hari setelah menghilang dari rumah.
Korban mengalami penyakit pikun ketika ditemukan dalam kondisi lemas dan sadar.
"Evakuasinya menggunakan bayang (bale bambu) karena darurat, kalau diangkat biasa pinggangnya sakit."
"Pakai truk dibawa ke rumah, seadanya biar cepat. Tidak ada mobil siaga desa di sini," bebernya.
Menurutnya, setelah tiba di rumah, korban dibawa ke bidan desa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Oleh bidan desa, korban diinfus dan disuntik obat untuk mempercepat pemulihan.
"Berobatnya di bidan desa, tidak dibawa ke rumah sakit," tandasnya.