SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membeberkan rahasia keberhasilan perumusan berbagai program pembangunan daerah yang selalu mengandalkan data akurat rilisan Badan Pusat Statistik secara konsisten.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Rakornas Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 bersama jajaran BPS RI.
Kebiasaan mencermati data statistik setiap sore diakui Khofifah menjadi kunci utama Pemprov Jatim dalam mengeksekusi berbagai kebijakan strategis bagi masyarakat.
Baca juga: Warga Surabaya Jenuh Didata BPS, Wali Kota Eri Cahyadi Turun Tangan Nyuwun Ngapuro
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (28/7/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Amalia memberikan apresiasi kepada Jawa Timur yang hingga saat ini telah mencatat progres pelaksanaan sensus mencapai 55,81 persen.
Capaian itu menempatkan progres Jatim diurutan sembilan nasional.
Amalia mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan dedikasi seluruh petugas lapangan.
Menurutnya, sensus ekonomi menjadi salah satu sensus yang paling kompleks dibandingkan sensus penduduk maupun sensus pertanian.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas lapangan yang tanpa kenal lelah melakukan sensus. Ini pekerjaan luar biasa. Di antara tiga sensus, yaitu sensus penduduk, sensus pertanian, dan sensus ekonomi, ini yang paling berat,” tegasnya.
“Saya bisa merasakan bagaimana seluruh prosesnya agar tidak ada yang terlewat sehingga menghasilkan data yang akurat,” katanya.
Secara khusus, Amalia mengapresiasi capaian Jawa Timur sebagai tuan rumah Rakornas.
Hingga saat ini, progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur telah mencapai 55,81 persen.
“Jawa Timur adalah provinsi terbesar kedua kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I juga menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Karena itu kami selalu menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur Dimulai 1 Mei, BPS Jatim Sasar 17 Sektor hingga Bisnis Online
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan data BPS menjadi landasan utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah.
Menurutnya, hampir seluruh program pembangunan membutuhkan data statistik yang akurat.
“Hari ini setiap program pemerintah membutuhkan data BPS. Mulai dari pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, Sekolah Rakyat, dan berbagai program lainnya. Sesungguhnya semua yang hadir di sini adalah pata important person, panjenengan adalah orang yang sangat penting,” ujarnya.
Khofifah pun bercerita ia telah menjadi pengguna data BPS sejak masih menjadi anggota DPR RI pada 1992.
“Saya menjadi klien BPS sejak tahun 1992. Bahkan saat itu belum ada internet. Saya selalu fotokopi buku-buku BPS karena saya selalu menjadi pengguna dan pemanfaat data BPS,” kenangnya.
Menurut Khofifah, hingga kini data statistik tetap menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya ini setiap hari makan data. Tiap sore saya selalu menerima data melalui WhatsApp, mulai harga beras sampai berbagai indikator lainnya. Bahkan laporan-laporan tertentu juga menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk ketika ada kasus penyakit hewan maupun kondisi di lapangan,” katanya.
Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan BPS yang telah bekerja keras menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Ia mengakui Jawa Timur memiliki tantangan tersendiri karena memiliki 38 kabupaten/kota dengan wilayah administratif terbanyak di Indonesia, serta banyak perusahaan besar yang kantor pusatnya berada di luar Jawa Timur.
“Jawa Timur capaiannya tinggi, tetapi juga banyak tantangan. Banyak usaha besar tertentu yang aktivitasnya di Jawa Timur, tetapi holding company-nya berada di Jakarta. Saya rasa yang sulit bukan berarti tidak bisa,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Khofifah memberikan motivasi kepada seluruh petugas sensus agar tetap menjalankan tugas dengan penuh integritas.
“Setiap langkah dan dedikasi Anda adalah bagian penting dalam menghadirkan data yang akurat. Jalankan amanah ini dengan semangat, integritas, dan kebanggaan, karena dari kerja keras Anda hari ini, lahir kebijakan yang membawa manfaat di masa depan,” pungkasnya.