SURYA.CO.ID BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro selangkah lebih dekat meraih status UNESCO Global Geopark. Dua asesor UNESCO melakukan asesmen lapangan dan validasi terhadap Aspiring UNESCO Global Geopark Bojonegoro, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian sebelum penetapan status UNESCO Global Geopark.
Dalam proses penilaian itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengusung tema "The Unique Petroleum System on Land" atau sistem perminyakan darat yang unik sebagai keunggulan utama yang membedakan Geopark Bojonegoro dengan kawasan geopark lainnya di Indonesia.
Dua asesor UNESCO yang melakukan penilaian adalah Andreas Josef Schüller dari Jerman dan Li Yue dari China.
Rangkaian asesmen diawali dengan kunjungan ke Geosite Antiklin Kawengan. Di lokasi tersebut, kedua asesor menyaksikan langsung jejak sistem perminyakan darat khas Bojonegoro, termasuk aktivitas penambangan minyak tradisional dan proses penyulingan yang masih dilakukan masyarakat Wonocolo secara turun-temurun.
Baca juga: Goa Lowo hingga Pesisir Watulimo Masuk Kajian, Trenggalek Bidik Status Geopark Nasional
Selain potensi geologi, rombongan juga diperkenalkan dengan kekayaan budaya, aktivitas ekonomi masyarakat, serta kuliner khas Wonocolo, seperti nasi gulung dan dawet hitam.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengatakan tema petroleum system menjadi kekuatan utama dalam pengajuan Geopark Bojonegoro ke UNESCO.
"Di Indonesia, yang mengusung tema petroleum system hanya ada dua, yaitu Sumatera Utara dan Bojonegoro. Dokumen yang telah kami kirimkan ke Sekretariat UNESCO juga memperoleh penilaian yang sangat baik," ujar Andik.
Ia menjelaskan, asesmen lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh data dan dokumen yang telah disampaikan kepada Sekretariat UNESCO sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabeth, menuturkan proses yang berlangsung merupakan validasi langsung terhadap seluruh unsur yang menjadi syarat pengakuan UNESCO Global Geopark.
Baca juga: Ijen Geopark Banyuwangi Simpan Paku Pohon Prasejarah Sejak 65 Juta Tahun Lalu
Menurutnya, kedua asesor mendapatkan pemaparan menyeluruh mengenai nilai geologi, kekayaan budaya, keanekaragaman hayati, hingga keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan Geopark Bojonegoro.
"Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian UNESCO," ujar Helmy.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap asesmen lapangan tersebut mampu menunjukkan seluruh potensi kawasan sehingga memenuhi standar UNESCO.
Apabila berhasil memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark, Bojonegoro diharapkan semakin dikenal di tingkat internasional sebagai kawasan warisan bumi yang memiliki sistem perminyakan darat unik serta dikelola secara berkelanjutan.