RESMI - Roberto Mancini Pulang Kampung, Publik Italia Belum Ikhlas karena Dikhianati
Beri Bagja July 29, 2026 12:33 AM

KARIM JAAFAR/AFP
Roberto Mancini resmi kembali menukangi Timnas Italia, Selasa (28/7/2026), tapi banyak menuai pro dan kontra dari fan mereka.

BOLASPORT.COM - Peresmian status Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia menuai sikap pro dan kontra dari masyarakat di Negeri Piza.

Legenda klub Sampdoria tersebut resmi ditunjuk Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, sebagai nakhoda berikutnya tim nasional.

Dalam rapat Dewan Federal FIGC di Roma, Selasa (28/7/2026) siang waktu setempat, Malago mengungkapkan proses pelantikan Roberto Mancini tinggal menunggu momen teken surat kontrak.

Proses perampungan itu pun terwujud dan diumumkan akun resmi FIGC hanya beberapa saat setelah rapat kelar melalui jumpa pers khusus Malago.

Mancini diumumkan sebagai commissario tecnico (CT) atau pelatih kepala Timnas Italia permanen selepas Gennaro Gattuso.

Dia sepakat meneken surat kerja sama yang kabarnya berdurasi empat tahun atau hingga Piala Dunia 2030.

Malago menganggap Mancini adalah pilihan terbaik bagi Italia setelah federasi membatalkan pencalonan Andrea Pirlo, yang digagas Paolo Maldini serta Leonardo.

Selain itu, Malago mengangkat figur pelatih senior, Claudio Ranieri, untuk menggantikan posisi Maldini di kursi direktur teknik.

"Saya menilai bahwa orang yang seharusnya menjadi pelatih baru Italia adalah Roberto Mancini karena berbagai alasan. Saya bertanggung jawab atas hal-hal tersebut," ucap Malago.

"Saya membutuhkan seseorang yang dapat berbagi visi dengan saya mengenai siapa yang akan menjadi pelatih Italia."

"Orang tersebut adalah Claudio Ranieri. Dialah orang yang akan mengemban peran yang sangat penting dan sensitif ini."

"Kami sudah berbicara melalui telepon, dan besok (Rabu, 29 Juli) akan ada konferensi pers bersama Roberto Mancini dan Claudio Ranieri pada pukul 18.00 (waktu setempat)," tegasnya.

Dengan kepulangan Mancini, publik Italia ramai membahas prospek Gli Azzurri bersama pelatih 61 tahun itu.

Mancini pernah menukangi Timnas Italia pada periode pertamanya di 2018-2023.

Mantan juru taktik Man City dan Inter Milan ini memberikan gelar juara Euro 2020 sebagai trofi mayor terakhir bagi Italia.

 

Membelot demi Fulus

Hanya, Mancini pun memiliki 'dosa' karena gagal meloloskan Nicolo Barella dkk ke Piala Dunia 2022.

Perpisahannya juga tidak diterima publik Negeri Piza secara baik-baik dan ikhlas, setidaknya oleh sebagian penggemar.

Mancini meninggalkan jabatan pada 2023. Ia dituding berkhianat dan menghina Italia karena memilih proposal menggiurkan dari Timur Tengah alih-alih bertahan di kursinya.

Tak main-main, guyuran fulus senilai 25 juta euro (504 miliar rupiah) per tahun disodorkan Timnas Arab Saudi buat menggajinya. Mancini luluh.

Pada 13 Agustus 2023, sebuah surat elektronik dari Mykonos, Yunani, diterima FIGC. Pengirimnya tak lain adalah Mancini, yang melampirkan surat pengunduran diri.

Presiden FIGC kala itu, Gabriele Gravina, panik dan terkejut. Dia tidak percaya Mancini mengajukan pengunduran diri dalam waktu tak terduga.

Pasalnya, kurang dari sebulan kemudian, Gli Azzurri melakoni dua pertandingan penting di Kualifikasi Euro 2024 melawan Makedonia Utara dan Ukraina.

Gravina mencoba menghubunginya beberapa kali, tapi Mancini tak memberikan jawaban.

Wajar apabila sikap Mancio kala itu tidak diterima dengan baik oleh sejumlah fan bahkan sampai saat ini.

Hal tersebut tampak pada hasil jajak pendapat di media-media top Italia macam La Gazzetta dello Sport atau Sportmediaset mengenai apakah mereka setuju dengan penunjukan kembali Mancini.

Sebanyak 85,9 persen suara dari total 21.236 pemilih di Gazzetta menyatakan tidak setuju dengan alasan "penghinaan karena memilih Arab Saudi itu terlalu serius."

Adapun 79 persen dari 14.031 suara dalam survei di Sportmediaset juga mengungkapkan penolakan terhadap pria kelahiran Jesi tersebut.

Kritik ikut dilayangkan pelatih legendaris asal Negeri Piza, Fabio Capello, yang menganggap Mancini bakal sulit diterima karena masih terbelenggu isu pembelotan ke Saudi.

"Bagaimana bisa Anda meninggalkan tim nasional tanpa alasan yang jelas, hanya untuk pergi dan menerima gaji di Arab Saudi?" ucap Capello, dikutip BolaSport.com dari Gazzetta.

Malago menyadari keputusannya menunjuk Roberto Mancini tidak akan lepas dari problem masa lalu. Menurutnya, respons Mancio akan menentukan kelayakannya sendiri.

"Apakah masa lalu Mancini telah dipertimbangkan? Tentu saja. Permintaan maaf Roberto itu penting," kata Malago.

"Hal itu merupakan prasyarat untuk konferensi pers besok. Saya menilai keterbukaan Mancini dan Ranieri terhadap aspek keuangan sangat positif," tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.