Iran Ancam Perluas Konflik jika AS Kembali Serang, Trump Bersiap Temui Netanyahu
Laksmi Anindita July 29, 2026 12:37 AM

TRIBUNWOW.COM - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi meluas apabila Washington kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Teheran. Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Mohammad Akraminia, yang menegaskan penghentian sementara serangan bukan berarti perang telah berakhir.

Menurut Akraminia, setiap aksi militer baru dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang lebih besar dan berpotensi memperluas wilayah konflik.

"Jika Amerika Serikat kembali melakukan serangan, mereka harus siap menghadapi respons yang lebih besar dan penyebaran konflik secara geografis," kata Akraminia, seperti dikutip AFP melalui The Times of Israel, Selasa.

Akraminia menyebut konfrontasi saat ini tidak lagi terbatas di kawasan Teluk Persia. Menurutnya, wilayah Bab el-Mandeb hingga pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania dan sejumlah negara Teluk juga masuk dalam jangkauan operasi Iran.

Peringatan tersebut muncul menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington. Isu Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuannya dengan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Amerika Serikat menghentikan serangan udara setelah melaksanakan operasi militer selama 13 malam berturut-turut. Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, mengatakan Presiden Trump memberikan ruang bagi jalur diplomasi agar proses negosiasi tetap berlangsung.

Iran juga mengklaim telah menghentikan sementara serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara tetangga selama penghentian serangan udara Washington masih berlaku. Namun, Teheran menegaskan langkah tersebut hanya bersifat sementara.

Di sisi lain, pembicaraan teknis antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dilaporkan menunjukkan perkembangan positif, meski belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Meski serangan udara dihentikan, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan tetap memantau lalu lintas kapal menuju dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut Iran, situasi saat ini merupakan jeda sementara dan bukan perjanjian damai. Teheran menyatakan akan menahan diri selama Amerika Serikat tidak kembali melancarkan serangan.

Iran juga menyatakan bahwa apabila serangan kembali terjadi, sasaran yang telah disiapkan mencakup pangkalan militer Amerika Serikat, jalur pelayaran strategis, serta mitra-mitra regional Washington.

Perkembangan selanjutnya diperkirakan bergantung pada hasil pertemuan Donald Trump dengan Benjamin Netanyahu serta proses mediasi yang sedang dijalankan Oman. Iran menilai apabila jalur diplomasi gagal dan serangan kembali terjadi, konflik berpotensi meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.