Antrean SPBU Mengular Terjadi di Sejumlah Wilayah, Aceh Tenggara hingga Pontianak Terdampak
Bobby Wiratama July 29, 2026 12:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kondisi ketersediaan dan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai wilayah Indonesia memperlihatkan dinamika yang beragam sepanjang Selasa (28/7/2026).

Sejumlah daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) yang sempat dilanda antrea panjang mulai menunjukkan perbaikan, sementara antrean masih mengular di Pontianak dan krisis bahan bakar terus berlanjut di wilayah Aceh Tenggara.

Kondisi Terkini Stok BBM di Kalbar

Dilansir dari TribunPontianak, situasi di Kalimantan Barat sendiri terpantau bervariasi di tiap daerah. 

Di Kabupaten Landak, khususnya di SPBU Ngabang, situasi antrean berjalan dengan lancar dan tertib pada Selasa (28/7/2026).

Aparat kepolisian disiagakan di lokasi guna mengawasi ketertiban, mengingatkan pengendara untuk mematikan mesin saat mengisi bahan bakar, serta mengantisipasi gesekan antarwarga di tengah terik matahari.

Kapolsek Ngabang, Kompol Zuanda, menyatakan bahwa kehadiran personel kepolisian bertujuan untuk memastikan keamanan serta kelancaran distribusi yang disambut dengan tanggapan positif oleh masyarakat.

Sebaliknya, kondisi di Kabupaten Kapuas Hulu (Putussibau) terpelihara dalam keadaan normal tanpa antrean panjang serta ditopang oleh stok BBM yang mencukupi.

Harga Pertalite di SPBU bertahan stabil pada kisaran Rp10.000 per liter, sedangkan di tingkat pengecer dipatok sekitar Rp12.500 hingga Rp13.500 per liter.

Baca juga: Tinjau Langsung, Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Berjalan Optimal

Warga bersama pihak pengelola berharap kestabilan pasokan ini dapat terus dipertahankan meskipun waktu pengiriman dari Pontianak membutuhkan durasi tertentu.

Kendaraan Mengular di Pontianak

Di sisi lain, Kota Pontianak menghadapi masalah antrean kendaraan yang memanjang di beberapa titik SPBU seperti Jalan MT Haryono dan Jalan Pancasila sejak Senin (27/7/2026) hingga Selasa.

Habisnya stok Pertalite memaksa banyak pengemudi berpindah menggunakan Pertamax.

Antrean yang meluber hingga memakan badan jalan membuat sebagian warga memilih membatalkan pengisian. 

Guna mengatasi kepadatan, petugas membuka dua jalur khusus, di mana kondisi tersebut turut memicu gejala panic buying serta lonjakan harga eceran.

Merembet hingga ke Aceh

Tak hanya terjadi di Kalbar, fenomena serupa juga melanda Kabupaten Aceh Tenggara hingga Selasa (28/7/2026).

Dilansir dari TribunGayo, Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memadati area SPBU seperti SPBU Kuning di Kecamatan Bambel dan SPBU Lawe Kihing.

Meskipun pihak Bupati telah memberlakukan Surat Edaran Nomor 1003.4.2/18/2026 sejak 21 Juli yang membatasi pembelian.

Pembatasan tersebut dalam bentuk alokasi Rp50.000 untuk kendaraan roda dua serta keharusan menunjukkan STNK asli guna mengantisipasi antrean padat yang kerap terjadi setiap harinya.

Lonjakan harga Pertalite di tingkat pengecer yang menembus angka Rp13.000 per liter turut menyulitkan perekonomian warga dan para sopir angkutan.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.