Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, KBRI Tokyo Imbau WNI Tetap Tenang dan Jaga Ponsel Tetap Aktif
Adi Suhendi July 29, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Jepang untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Imbauan tersebut dikeluarkan menyikapi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.35 waktu setempat.

"Kepada seluruh warga Indonesia di wilayah Prefektur Kumamoto agar tetap tenang dan waspada. Utamakan keselamatan diri dan keluarga serta terus memantau informasi resmi perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA), Pemerintah Jepang," kata Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, Selasa (28/7/2026).

KBRI Tokyo juga mengimbau para WNI untuk menjaga telepon seluler tetap aktif dan menghemat penggunaan baterai agar dapat dihubungi.

"Usahakan telepon seluler tetap aktif dan menghemat penggunaan baterai agar tetap dapat dihubungi untuk keperluan koordinasi darurat," katanya.

Selain mengimbau WNI agar tetap waspada, KBRI Tokyo juga memastikan terus memantau kondisi warga Indonesia di wilayah terdampak.

Baca juga: WNI Peserta Magang Ditangkap setelah Ancam Sesama WNI dengan Pisau di Taman Sapporo Jepang

Berdasarkan koordinasi dengan simpul-simpul WNI di wilayah terdampak, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa dari warga Indonesia akibat gempa 7,1 magnitudo tersebut.

"KBRI Tokyo terus memantau kondisi warga Indonesia yang terdampak dengan bekerja sama dan berkomunikasi dengan segenap komunitas WNI di Kumamoto dan sekitarna. Koordinasi dengan otoritas Jepang terkait khususnya di wilayah Prefektur Kumamoto juga terus dilakukan," ucapnya.

KBRI Tokyo bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang serta jaringan komunitas WNI untuk memantau perkembangan situasi pascagempa.

KBRI juga meminta WNI yang terdampak maupun mengetahui adanya WNI yang membutuhkan bantuan darurat agar segera menghubungi hotline KBRI Tokyo maupun KJRI Osaka.

Baca juga: Gempa Kumamoto Jepang: Satu Tewas, 50 Orang Dirawat dan 3.600 Personel SDF Jepang Dikerahkan

Sebagai informasi, Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yaitu jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. 

Gempa bumi dengan berbagai kekuatan kerap terjadi di negara tersebut sehingga pemerintah Jepang memiliki sistem peringatan dini, prosedur evakuasi, dan standar bangunan tahan gempa yang diterapkan secara luas.

Japan Meteorological Agency (JMA) secara berkala memberikan informasi resmi mengenai perkembangan gempa, potensi gempa susulan, maupun peringatan bencana lainnya yang menjadi rujukan utama bagi masyarakat di Jepang.

Pusat Gempa di Pulau Kyusu

Japan Meteorological Agency (JMA), gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa sore waktu setempat dengan pusat gempa berada di wilayah Pulau Kyushu pada kedalaman dangkal. 

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah daerah di Kyushu dan menyebabkan kerusakan pada bangunan, infrastruktur, serta gangguan sementara terhadap layanan transportasi dan kelistrikan. 

Otoritas Jepang juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk sebagian wilayah pesisir, namun peringatan tersebut kemudian dicabut setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada ancaman tsunami yang signifikan. 

Warga diimbau tetap mewaspadai gempa susulan yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.