Rumah Hancur Diseruduk Truk, 8 Keluarga Warga Gempol Pasuruan Terima Bantuan Logistik BPBD
Dyan Rekohadi July 29, 2026 01:06 AM

 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat memberikan bantuan logistik kedaruratan guna merespons musibah kecelakaan beruntun yang menghancurkan delapan rumah warga di sepanjang Jalan Raya Nasional Surabaya–Malang, Kecamatan Gempol.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan mendesak para korban terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

Pemerintah daerah berupaya hadir meringankan beban psikologis dan material warga yang kehilangan tempat tinggal aman akibat diseruduk truk.

Baca juga: Imbas Truk Tabrak Mobil dan Rumah di Gempol Pasuruan: 4 Orang Tewas, DPRD Desak Evaluasi Total

 
Gerak Cepat BPBD Salurkan Logistik Kedaruratan


Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Nasional Surabaya–Malang, Kecamatan Gempol.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan bantuan logistik kedaruratan disalurkan kepada delapan kepala keluarga yang terdampak, Selasa (28/7/2026).

Bantuan itu menjadi bentuk respons awal pemerintah setelah kecelakaan maut ini menelan korban jiwa dan luka-luka, serta merusak rumah warga akibat dihantam truk.

Ada delapan rumah yang terdampak.

Lima rumah berada di Dusun Ngetal, Desa Karangrejo, sedangkan tiga rumah lainnya berada di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengaku, pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi sembari menunggu penanganan lanjutan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat yang terdampak musibah kecelakaan beruntun di Kecamatan Gempol. Kami bergerak cepat agar kebutuhan mendesak warga dapat segera terpenuhi,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, makanan siap saji, tambahan gizi, lauk-pauk siap konsumsi, pakaian untuk Lansia, perlengkapan anak, selimut, hingga terpal untuk menutup bagian rumah yang mengalami kerusakan agar tetap dapat dihuni sementara.

Sugeng menjelaskan, bantuan itu difokuskan untuk meringankan beban warga yang kehilangan rasa aman setelah tempat tinggal mereka rusak akibat kecelakaan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Gempol Pasuruan: 4 Orang Tewas, Jalur Surabaya-Malang Sempat Lumpuh

 
Rasa Syukur Korban Terdampak Laka Maut


Ahmad (60), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.

Rumahnya menjadi salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah setelah dihantam truk.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Bapak Bupati, yang telah memberikan perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan sedikit banyak meringankan beban keluarga,” tuturnya.

 
Skema Koordinasi Lanjutan Rehabilitasi Bangunan
Meski demikian, Sugeng menegaskan penanganan lanjutan terhadap kerusakan rumah memerlukan mekanisme berbeda.

Pasalnya, peristiwa itu merupakan kecelakaan lalu lintas sehingga tidak masuk dalam kategori bencana alam yang menjadi kewenangan penanganan BPBD.

Karena itu, proses tindak lanjut untuk perbaikan rumah akan dikoordinasikan oleh pemerintah desa, pemerintah kecamatan, bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis sesuai dengan kewenangannya.

“Untuk rehabilitasi atau penanganan fisik bangunan, nanti akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait. Sebab kejadian ini merupakan kecelakaan lalu lintas, bukan bencana alam,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.