Bencana Kekeringan di Banten Meluas di 6 Daerah, 142 Desa Terdampak: Lebak Jadi Wilayah Terparah
Ahmad Tajudin July 29, 2026 01:07 AM

Bencana kekeringan yang melanda Provinsi Banten kian meluas. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat, mengungkapkan bahwa sebaran wilayah terdampak krisis air bersih ini meluas cukup signifikan di beberapa titik wilayah.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, tercatat sebanyak 142 desa dan kelurahan di enam kabupaten/kota di Provinsi Banten mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Berdasarkan pemutakhiran data per Selasa (28/7/2026), Kabupaten Lebak menjadi daerah terparah yang dihantam dampak musim kering ini. Krisis air bersih di Lebak telah meluas hingga ke 92 desa yang tersebar di 21 kecamatan.

Kondisi memprihatinkan juga terjadi di Kabupaten Pandeglang. Wilayah yang berada di selatan Banten ini mencatatkan dampak kekeringan di 34 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Tangerang turut terdampak dengan mencatatkan 12 desa di 10 kecamatan yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Dampak kekeringan juga merambah ke kawasan perkotaan. Di Kota Cilegon, krisis air melanda dua kelurahan yang berada di satu wilayah kecamatan.

Adapun Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan masing-masing mencatatkan satu kelurahan di satu kecamatan yang terdampak kekeringan.

Dari total delapan kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Banten, hanya Kota Tangerang dan Kabupaten Serang yang hingga saat ini tercatat belum terdampak bencana kekeringan.

Berikut perincian sebaran wilayah terdampak kekeringan di Provinsi Banten:

• Kabupaten Lebak: 21 Kecamatan, 92 Desa

• Kabupaten Pandeglang: 13 Kecamatan, 34 Desa

• Kabupaten Tangerang: 10 Kecamatan, 12 Desa

• Kota Cilegon: 1 Kecamatan, 2 Kelurahan

• Kota Serang: 1 Kecamatan, 1 Kelurahan

• Kota Tangerang Selatan: 1 Kecamatan, 1 Kelurahan

Menyikapi meluasnya wilayah terdampak, BPBD Provinsi Banten mendorong aksi kolaboratif untuk mempercepat penyaluran bantuan ke titik-titik bencana.

Asep mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi, lembaga, hingga sektor swasta atau perusahaan untuk mengulurkan tangan dan berkolaborasi dalam memasok air bersih bagi warga yang terdampak.

Penanganan darurat krisis air kini menjadi fokus utama, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di 142 desa dan kelurahan tersebut dapat terpenuhi, selama musim kering berlangsung.

"Kami membuka ruang kolaborasi dan donasi air bersih guna mendistribusikan pasokan ke 142 desa dan kelurahan yang membutuhkan," tukas Asep.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.