Rangkaian Kasus Begal di Medan dan Deli Serdang, Ketakutan Warga dan Polisi karena Basis Narkoba
AbdiTumanggor July 29, 2026 01:10 AM

 

TRIBUN-MEDAN.Com - Seorang driver ojek online (ojol) bernama Bagus Prayoga menjadi korban pembegalan oleh belasan orang saat hendak menjemput penumpang di kawasan Gang Melati, Jalan Perintis, Pasar VII, Tembung, Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/7/2026) malam.

Bagus yang mengendarai sepeda motor Vario BK 3795 AHV awalnya menerima orderan penumpang.

Namun, setibanya di lokasi yang ternyata gang buntu, ia dihampiri dua pria yang menanyakan tujuannya.

Tak lama kemudian, sekitar sepuluh orang lainnya datang dan langsung mengeroyok Bagus tanpa kata-kata.

Korban sempat meminta pertolongan warga sekitar, tetapi tidak ada yang berani menolong.

Sepeda motor miliknya didorong para pelaku ke arah rel gelap, sementara ia mengalami luka akibat pukulan.

Selain motor, handphone yang digunakan untuk bekerja juga raib dibawa kawanan begal.

Bagus kemudian melapor ke Polsek Medan Tembung, namun terkendala prosedur administrasi dokumen kendaraan.

Ia pesimis motornya bisa kembali, terlebih pihak leasing menegaskan bahwa kehilangan kendaraan tidak ditanggung asuransi sehingga ia tetap harus membayar cicilan.

Ketakutan Warga dan Polisi

Keesokan harinya, Bagus bersama rekannya mencoba mencari rekaman CCTV warga sekitar.

Namun, pemilik CCTV enggan memberikan rekaman dengan alasan takut rumahnya dilempari pelaku.

Bahkan menurut Bagus, polisi yang melakukan olah TKP juga mengaku takut masuk ke lokasi karena disebut sebagai basis atau sarang narkoba.

Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini.

BEGAL DI MEDAN- Driver ojek online mendatangi Mapolsek Medan Tembung untuk membuat laporan pembegalan yang dialaminya, Selasa (28/7/2026)
BEGAL DI MEDAN- Driver ojek online mendatangi Mapolsek Medan Tembung untuk membuat laporan pembegalan yang dialaminya, Selasa (28/7/2026) (IST)

Rangkaian Kasus Begal di Medan dan Deli Serdang

Kasus yang menimpa Bagus bukanlah yang pertama.

Dalam beberapa tahun terakhir, Medan dan Deli Serdang dikenal sebagai daerah dengan tingkat kriminalitas jalanan yang cukup tinggi, khususnya aksi begal.

- Kasus begal mahasiswa: Seorang mahasiswa di Medan Marelan tewas setelah dikeroyok begal saat pulang kuliah.

- Begal di Lubuk Pakam: Seorang ibu rumah tangga menjadi korban begal saat berbelanja di pasar, pelaku merampas tas berisi uang belanja.

- Aksi begal bersenjata: Kawanan begal menggunakan senjata tajam untuk melukai korban di kawasan Medan Denai.

- Begal ojol di Percut: Kasus serupa menimpa driver ojol lain di Deli Serdang, dengan modus berpura-pura menjadi penumpang.

Rangkaian kasus ini menunjukkan pola yang sama: pelaku beraksi berkelompok, menyasar pengendara motor di lokasi sepi, dan sering kali melibatkan kekerasan fisik.

Dampak Sosial

- Ketakutan warga: Banyak warga enggan menolong korban karena takut menjadi sasaran balasan pelaku.

- Keterbatasan aparat: Polisi di tingkat polsek sering kali kesulitan melakukan tindakan cepat karena keterbatasan personel dan risiko keamanan.

- Ekonomi ojol: Driver ojol menjadi kelompok paling rentan, karena motor dan handphone adalah sumber utama mata pencaharian mereka.

- Basis narkoba: Beberapa lokasi disebut sebagai basis narkoba, sehingga aksi begal sering dikaitkan dengan jaringan kriminal yang lebih besar.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Belasan Orang Begal Driver Ojol Saat Jemput Penumpang, Polisi dan Warga Ketakutan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.