TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Penyerang asal Montenegro, Balsa Sekulic, sukses menyumbang gol pertamanya bagi Persib Bandung sekaligus membawa skuad Pangeran Biru melangkah ke fase semifinal Piala Presiden 2026.
Kepastian melenggang ke empat besar diperoleh usai armada Bandung menundukkan DPMM FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026). Satu-satunya penentu kemenangan dalam pertandingan tersebut lahir dari aksi Sekulic.
Satu-satunya torehan yang tercipta di babak kedua, tepatnya pada menit ke-74, berawal dari sepakan 12 pas.
Tembakan penalti pemain bernomor punggung 99 itu sempat ditepis penjaga gawang DPMM FC, Samuel Jacob.
Namun, bola liar segera disambar kembali oleh Sekulic hingga merobek jala lawan. Keunggulan 1-0 tersebut bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Sekulic mengakui bentrokan meladeni DPMM FC bukanlah laga yang mudah bagi timnya.
"Di babak pertama tidak banyak peluang, tetapi di babak kedua kami menciptakan beberapa peluang," kata Sekulic, setelah laga.
Ia menyebutkan bahwasanya tim wajib membobol gawang lawan. Menurutnya, mereka sejatinya perlu menambah dua gol lagi, meski ia tetap bersyukur dapat menyumbang satu poin angka.
"Walau penaltinya tidak terlalu bagus, tetapi yang paling penting adalah saya mencetak gol dan tim menang, gol ya tetap gol," kata dia.
Pemain yang kerap mengenakan kostum bernomor 99 di skuad Maung Bandung ini menegaskan rasa sukacitanya atas hasil manis tersebut.
"Saya katakan sebelumnya bahwa saya harus mencetak gol, dan saya mencetaknya," ujar pemain yang menggunakan nomor 99 di tim Maung Bandung ini.
Mengenai percakapan singkatnya bersama Adam Alis jelang mengeksekusi penalti, Sekulic menyambut pertanyaan itu dengan sunggingan senyum dan tawa kecil.
"Dia (Adam) tadinya hanya bicara, saya yang ambil, tapi dua menit kemudian dia bilang, kamu saja yang ambil. Saya tidak tahu kenapa, dia orang yang lucu," katanya sambil tersenyum.
Sementara terkait selebrasi mengangkat jari telunjuk dan kelingking, Sekulic menjelaskan situasi unik pada laga terdahulu yang melibatkan gestur jarinya.
"Saya melakukannya karena saya melihat bendera Montenegro seperti ini, seperti semacam bentuk penghormatan di negara saya ketika kami melihat bendera kami, kami melakukannya seperti itu. Tapi untuk sekarang, saya melakukannya dengan tangan terbuka. Saya sudah belajar sekarang, tidak ada yang memberi tahu saya tentang hal itu," ucapnya sambil tersenyum.
Gaya acungan jari telunjuk dan kelingking yang diperagakannya saat ini selaras dengan simbol yang biasa ditunjukkan oleh para Bobotoh.