Benarkah Makan Nasi pada Malam Hari Bikin Gemuk? ini Penjelasan Ahli Gizi
Arie Noer Rachmawati July 29, 2026 01:14 AM

Banyak orang memilih menghindari nasi saat makan malam karena khawatir berat badan akan cepat naik.

Anggapan ini sudah lama beredar dan masih dipercaya sebagian masyarakat yang sedang menjalani program diet.

Namun, benarkah makan nasi pada malam hari menjadi penyebab utama seseorang bertambah gemuk?

Sejumlah ahli gizi menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk ke tubuh dengan kalori yang dibakar setiap hari, bukan semata-mata karena waktu mengonsumsi nasi.

Artinya, makan nasi pada malam hari tidak otomatis membuat berat badan meningkat selama asupan kalori harian masih sesuai dengan kebutuhan tubuh dan pola makan tetap seimbang.

Selain memperhatikan jumlah kalori, masyarakat juga dianjurkan menerapkan pola makan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kualitas tidur agar berat badan tetap terkontrol.

Meski begitu, kondisi setiap orang bisa berbeda.

Bagi penderita diabetes, obesitas, atau memiliki penyakit tertentu yang mengharuskan pembatasan konsumsi karbohidrat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah pola makan.

Dengan demikian, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya kapan waktu makan nasi, tetapi juga seberapa banyak porsi yang dikonsumsi serta bagaimana pola hidup dijalankan setiap hari.

Porsi Lebih Penting daripada Waktu Makan

Melansir Kompas.com, ahli gizi klinis Rupali Datta menyampaikan, makan nasi pada malam hari tidak secara langsung memicu kenaikan berat badan. 

Selama jumlah kalori yang masuk masih lebih rendah atau seimbang dengan kalori yang dibakar tubuh, nasi saat makan malam tidak akan otomatis membuat seseorang gemuk.

Maka dari itu, mitos yang menyebut nasi malam selalu menyebabkan kenaikan berat badan dinilai kurang tepat jika tidak melihat pola makan secara keseluruhan.

Daripada menghindari nasi sepenuhnya, para ahli justru menyarankan untuk memperhatikan porsinya. 

Datta merekomendasikan konsumsi sekitar setengah hingga satu cangkir (sekitar 100 hingga 200 gram) nasi matang dalam sekali makan.

Namun, hal ini tentunya tetap harus disesuaikan dengan penghitungan kalori masing-masing orang. 

Supaya lebih seimbang, nasi sebaiknya dipadukan dengan sumber protein, seperti ayam, ikan, telur, tahu, tempe, paneer, atau kacang-kacangan, serta sayuran.  

Kombinasi ini membantu meningkatkan rasa kenyang sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Ahli gizi sekaligus penulis Rujuta Diwekar menuturkan, nasi bukan musuh bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

Menurutnya, tidak perlu menghilangkan nasi dari menu makan selama pola makan tetap seimbang.

Selain itu, usahakan memberi jeda sekitar dua jam antara makan malam dan waktu tidur, serta hindari makan berlebihan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.