TRIBUNJOGJA.COM, PEMALANG - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pernah dilakukan pada 2022 di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah nampaknya tak memberikan efek jera bagi kepala daerah di di Bumi Kota Nanas tersebut.
Terbukti, empat tahun setelah OTT KPK terhadap Bupati Mukti Agung Wibowo yang menjabat periode 2021-2026, KPK kembali melakukan OTT terhadap Bupati Pemalang periode 2025-2030, Anom Widiyantoro.
OTT terhadap Anom Widiyantoro ini dilakukan oleh KPK pada Selasa (28/7/2026) kemarin.
Belum diketahui kasus apa yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pemalang tersebut.
Namun dalam OTT ini, KPK menyegel rumah dan kantor DPUPR Kabupaten Pemalang.
KPK sendiri sampai saat ini belum membeberkan secara detail terkait kasus apa yang menjerat Anom.
Namun Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa pihaknya mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Fitroh juga belum membeberkan berapa orang yang diamankan dalam OTT tersebut.
"Benar," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
OTT Pemalang 11 Agustus 2022
Sebelumnya, penyidik KPK pernah melakukan OTT terhadap Bupati Pemalang periode 2021-2026, Mukti Agung Wibowo.
Dalam OTT yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2022 tersebut, KPK mengamankan Mukti Agung Wibowo bersama setidaknya 22 orang lainnya.
Di persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menyatakan, Mukti Agung Wibowo terbukti menerima suap dan gratifikasi selama periode 2021-2022.
Mukti dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara serta diwajibkan membayar utan pengganti kerugian negara sebesar Rp 4,9 miliar.
Baca juga: Sarat Makna Budaya, Begini Suasana Peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten
Sebelum menjadi Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro merupakan profesional yang berkecimpung di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Setidaknya, dia sudah puluhan tahun mengabdikan diri di BUMN.
Anom lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 20 Maret 1970 atau saat ini berusia 56 tahun.
Setelah cukup lama berkecimpung di BUMN, Anom akhirnya turun gunung dalam Pilkada Serentak 2024.
Dia menggandeng pensiunan Aparatur Sipil Negara, Nurkholes maju di Pilkada Pemalang.
Hasilnya, Anom-Nurkholes akhirnya berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Pemalang dengan meraih 278.043 suara atau 44,51 persen dari total suara sah.
Pasangan Anom-Nukholes akhirnya dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pemalang oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Namun baru sekitar satu setengah tahun menjabat, Anom terjaring OTT KPK.
Sementara itu dikutip dari laman Pemkab Pemalang, Anom merupakan lulusan S1 Manajemen Keuangan Undip Semarang Lulus1996 dan S2 Magisterer Ekonomi & Bisnis Unpad Bandung Lulus 2005.
Setelah lulus, dia bergabung dengan BUMN hingga akhirnya pada 2021 menjadi Direktur Keuangan Human Capital dan Management Resiko PT. Hotel Indonesia Property -PT. Hipa.
Riwayat pekerjaan :