TRIBUNNEWS.COM - AC Milan mulai memperlihatkan arah permainan yang akan dibangun Ruben Amorim menjelang duel pramusim melawan Inter Milan di Perth, Australia, Rabu (5/8/2026).
Meski belum memastikan Luka Modric akan tampil, pelatih asal Portugal itu secara terang-terangan mengungkapkan bahwa permainan Rossoneri akan berpusat pada penguasaan bola dengan sang gelandang veteran sebagai poros utama.
Amorim mengatakan rencana awalnya adalah memainkan Modric dalam laga kontra Inter, tetapi keputusan akhir masih bergantung pada kondisi fisik pemain yang baru kembali setelah membela negaranya di Piala Dunia 2026.
"Ide kami adalah agar Luka bermain, tetapi kami harus mengevaluasi kondisinya terlebih dahulu. Prioritas utama adalah mempersiapkan pertandingan pertama musim ini," ujar Amorim, dikutip dari Gazzetta dello sport.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran jelas mengenai identitas permainan yang ingin diterapkan pelatih anyar AC Milan tersebut.
Amorim juga menilai kehadiran Modric bukan sekadar untuk menambah kualitas, melainkan menjadi fondasi dalam membangun penguasaan bola.
"Kami ingin mendasarkan permainan pada penguasaan bola. Jika ada satu orang di dunia yang benar-benar berguna dalam mengelola penguasaan bola, itu adalah Luka," tegasnya.
Meski akan menginjak usia 41 tahun pada 9 September mendatang, Amorim meyakini Modric masih mampu bersaing di level tertinggi.
Menurutnya, kecerdasan membaca permainan jauh lebih penting dibanding sekadar kecepatan berlari.
"Terkadang bukan seberapa cepat Anda berlari yang penting, tetapi seberapa cepat Anda berpikir. Luka sangat luar biasa dalam hal itu," kata Amorim.
Baca juga: Satu Musim Lagi di AC Milan, Luka Modric Punya Kans Pecahkan Rekor Ibrahimovic
Ruben Amorim juga menjelaskan bahwa Milan sengaja memadukan pemain muda dengan sosok berpengalaman seperti Modric. Ia percaya pengalaman mantan peraih Ballon d'Or itu akan mempercepat perkembangan para pemain muda Rossoneri.
"Untuk membuat pemain muda berkembang, mereka harus dikelilingi pemain berpengalaman. Itulah alasan utama kami mempertahankan Luka di skuad," jelasnya.
Namun, Amorim menegaskan proyek Milan tidak hanya bergantung pada Modric. Ia menyebut Rossoneri memiliki banyak pemain berkualitas yang siap berkembang dalam sistem permainan baru.
"Saya tahu perhatian banyak tertuju kepada Luka Modric, tetapi kami memiliki banyak pemain kelas atas dan pemain muda dengan potensi yang sangat besar. Saya sangat antusias menyambut musim baru," ujarnya.
Selain membahas Modric, Amorim kembali menegaskan ambisinya membangun kembali AC Milan melalui proyek jangka panjang yang mengandalkan regenerasi pemain.
Amorim mengakui pendekatan tersebut memiliki risiko, tetapi justru menjadi tantangan yang ingin dihadapinya.
"Kami ingin mengambil risiko dengan mengembangkan pemain muda dan membangun kembali tim. Mereka memilih saya karena alasan itu, dan saya senang menghadapi tantangan seperti ini," tutur Amorim.
Laga Derby della Madonnina edisi pramusim di Perth pun diperkirakan menjadi panggung pertama bagi publik untuk melihat bagaimana Amorim mulai menerapkan filosofi sepak bolanya.
Apabila Modric benar-benar dimainkan, pertandingan melawan Inter bisa menjadi gambaran awal bagaimana sang maestro Kroasia akan menjadi pusat distribusi bola sekaligus pengatur tempo permainan AC Milan pada musim 2026/2027.
(Tribunnews.com/Ali)