Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Musim kemarau mulai memicu kebakaran lahan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kebakaran melanda kawasan perkebunan di perbatasan Desa Sindangwangi dan Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, pada Selasa (28/7/2026).
Peristiwa tersebut berlangsung sejak sore hingga malam hari. Kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah warga bersama perangkat desa berjibaku melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Minimnya akses air di lokasi yang berada di kawasan perbukitan membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Warga terpaksa menggunakan kain basah, ranting pohon, dan alat sederhana lain untuk menghentikan laju api agar tidak meluas.
Informasi di lapangan, kebakaran di lahan perkebunan sekitar 3 hektare diduga dipicu oleh kelalaian warga yang membakar sampah dan tumpukan rumput kering.
Api kemudian merambat ke dedaunan kering dan ranting pepohonan yang sudah mengering akibat musim kemarau sehingga dengan cepat meluas ke area perkebunan.
Kasi Pemerintahan Desa Sindangwangi, Chery, mengatakan titik awal kebakaran berada di wilayah Desa Sindangwangi sebelum akhirnya merambat ke wilayah Desa Bojongsari.
"Kebakaran mulai kemarin sore dan malam hari baru bisa dipadamkan dengan alat seadanya. Kepala Desa juga datang ke lokasi untuk ikut memadamkan api," ujar Chery kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Rabu (29/7/2026) pagi.
Menurutnya, api semula muncul di area yang berdekatan dengan permukiman warga sebelum menjalar ke kawasan perkebunan yang dipenuhi vegetasi kering.
"Banyak dedaunan dan pohon yang sudah kering sehingga mudah terbakar. Lokasinya juga berada di area perbukitan yang sulit mendapatkan air. Karena itu, api hanya bisa dipadamkan menggunakan kain basah yang sudah tidak terpakai," katanya.
Beruntung tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga dalam peristiwa tersebut.
Namun kebakaran hampir menghanguskan area perkebunan dan tentu menimbulkan kekhawatiran warga karena titik api berada tidak jauh dari permukiman.
Atas kejadian itu, Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput kering secara sembarangan selama musim kemarau.
"Pokoknya, musim kemarau ini jangan berani bakar sampah di kebun atau lahan yang mudah terbakar," ucap Chery.