TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Industri jasa keuangan di wilayah Kediri dan Madiun terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut terlihat dari tingginya penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha serta meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang dinilai aman.
Gambaran tersebut dipaparkan dalam kegiatan Financial Journalist Class Sesi 1 yang digelar Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri-Madiun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas jurnalis dalam memahami industri jasa keuangan sekaligus sarana bagi berbagai lembaga keuangan untuk memaparkan kontribusinya dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pembiayaan produktif, pemberdayaan UMKM, hingga edukasi investasi.
Kepala OJK Kediri sekaligus Pembina FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Ismirani Saputri, mengatakan peningkatan pemahaman media terhadap sektor jasa keuangan sangat penting untuk menghasilkan informasi ekonomi yang berkualitas bagi masyarakat.
Baca juga: Viral Jembatan Apung Tengah di Tulungagung, Menghubungkan 2 Desa Yang Terpisah Sungai Parit Agung
KUR BRI Kediri Capai Rp712 Miliar
Salah satu capaian yang menjadi sorotan dalam forum tersebut berasal dari BRI Cabang Kediri. Hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp712 miliar kepada pelaku usaha di wilayah kerjanya.
Menariknya, sebagian besar pembiayaan tersebut mengalir ke sektor produksi. Nilainya mencapai Rp463 miliar atau sekitar 65,06 persen dari total penyaluran KUR.
Capaian ini menunjukkan pembiayaan perbankan semakin diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi riil, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing pelaku usaha.
PNM Salurkan Pembiayaan Rp456,91 Miliar
Kontribusi besar juga ditunjukkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendukung pelaku usaha ultra mikro di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan PNM mencapai Rp456,91 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sebesar Rp399,11 miliar dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) senilai Rp57,80 miliar.
Tak hanya memberikan akses permodalan, PNM juga berhasil mendorong peningkatan kapasitas usaha nasabah. Sebanyak 15.705 nasabah tercatat naik kelas melalui berbagai program pendampingan usaha, pelatihan, klasterisasi bisnis, hingga pameran produk.
Investasi Emas Makin Diminati Masyarakat
Di sektor investasi, Pegadaian Cabang Kediri mencatat pertumbuhan positif pada produk tabungan emas. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan berbasis emas mencapai Rp50,40 miliar.
Angka tersebut meningkat Rp2,96 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 6,25 persen.
Kenaikan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman di tengah berbagai dinamika ekonomi.
FKIJK Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
Ketua FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Arie Kusuma, menilai sinergi antara industri jasa keuangan dan media memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga dapat memperluas informasi mengenai produk dan layanan keuangan yang mendukung pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan tema-tema yang relevan. FKIJK berkomitmen menjadi jembatan antara rekan-rekan jurnalis dan lembaga jasa keuangan agar informasi mengenai produk, layanan, inovasi, serta kontribusi industri jasa keuangan kepada masyarakat dapat tersampaikan secara lebih luas dan akurat," ungkap Arie.
Sebagai tuan rumah kegiatan, Area Head BRI Kediri Irfan Setiawan Yunahar turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor keuangan dan media dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat melalui penyampaian informasi yang kredibel.
"BRI menyambut baik penyelenggaraan Financial Journalist Class dan siap mendukung kegiatan serupa secara berkelanjutan. Kami berharap forum ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara industri jasa keuangan dan media dalam menyampaikan informasi yang kredibel, edukatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
(Lutfi Husnika/Tribunmataraman.com)