TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Indonesia dipastikan telah memasuki fase fenomena El Nino kuat.
Kondisi ini berpotensi mendongkrak suhu udara, memperpanjang masa kemarau, memicu kekeringan, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, status El Nino kuat dipicu oleh lonjakan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang melebihi 0,5 derajat Celsius dari batas normal.
"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat," ungkap Faisal seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Merespons ancaman tersebut, Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh pihak tetap waspada.
Menurutnya, El Nino tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor pangan, lingkungan, hingga kestabilan ekonomi.
Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan, praktisi kesehatan masyarakat dr. Ngabila Salama membagikan sejumlah langkah pencegahan penting bagi masyarakat:
Cukupi kebutuhan cairan 3–4 liter air putih sehari.
Trik mudahnya: minum satu gelas air sebelum dan sesudah setiap waktu salat. Perbanyak juga konsumsi buah dan sayur berair.
Batasi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, saat puncak paparan sinar ultraviolet (UV).
Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan payung/topi, kacamata hitam, sunscreen, pakaian terang yang menyerap keringat, dan alas kaki nyaman.
dr. Ngabila mengimbau masyarakat untuk segera beristirahat dan meminum air jika mulai merasakan pusing, lemas, atau sangat haus sebagai penanganan awal gejala dehidrasi.