Liputan6.com, Jakarta - Video kejar-kejaran dugaan curanmor di Kabupaten Way Kanan, Lampung, viral di media sosial. Seorang pria yang terekam membawa sepeda motor Yamaha Vixion sempat menjadi sasaran amarah warga sebelum akhirnya diamankan polisi.
Peristiwa terjadi di Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Selasa (28/7/2026). Dalam rekaman, warga berlari mengejar dan menghentikan laju motor, lalu meringkus pria tersebut. Beberapa orang yang emosi sempat memukulnya.
Polisi yang menangani perkara menyebut temuan awal tidak sepenuhnya selaras dengan narasi pencurian. Mereka menduga pria itu mengalami gangguan kejiwaan akibat penyalahgunaan lem, namun kepastian statusnya masih menunggu pemeriksaan tenaga ahli.
Kasatreskrim Polres Way Kanan, Iptu Riswanto, menjelaskan kesimpulan medis belum dapat diberikan tanpa pemeriksaan.
"Diduga dia mengalami gangguan jiwa, tetapi kami tidak bisa langsung menyatakan yang bersangkutan ODGJ. Itu harus dibuktikan oleh ahlinya," kata Iptu Riswanto, Rabu (29/7/2026).
Polisi menelusuri identitas pria tersebut dan berhasil tersambung dengan keluarganya di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, melalui panggilan video. Keluarga menyebut ia memang mengalami gangguan kejiwaan yang diduga dipicu kebiasaan menghirup lem Aibon. Informasi itu tetap akan diuji lewat pemeriksaan medis.
Menurut keterangan warga, pria itu semula berjalan kaki di sekitar lokasi.
"Saat kami mintai keterangan, jawabannya tidak nyambung. Dugaan sementara, dia melihat motor dengan kunci masih terpasang lalu langsung membawanya," jelasnya.
Upaya penanganan perkara terkendala pada aspek administrasi kepemilikan kendaraan. Pemilik sepeda motor mengaku tidak dapat menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah.
"Pemilik kendaraan tidak memiliki STNK maupun BPKB. Fotokopi juga tidak ada. Dengan kondisi itu, kami belum bisa menerbitkan laporan polisi," ungkapnya.
Sepeda motor yang terlihat dalam rekaman adalah Yamaha Vixion. Untuk sementara, pria tersebut berada di Mapolres Way Kanan sambil menunggu kedatangan keluarga dari Jambi.
Polisi menyiapkan langkah alternatif jika keluarga tidak datang menjemput.
"Kalau keluarganya tidak menjemput, nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial," tandasnya.