Istri dan Keluarga Temani Abdul Wahid di Rutan Sialang Bungkuk Jelang Vonis
Muhammad Ridho July 29, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jelang pembacaan putusan vonis hakim pengadilan terhadap terdakwa Abdul Wahid Kamis (30/7/2026), istri dan keluarga menemani Gubernur Riau nonaktif tersebut di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Rabu (29/7/2026).

Abdul Wahid sendiri menjalani aktivitasnya seperti biasa di Rutan tempatnya ditahan, namun yang berbeda hanya kehadiran orang-orang terdekatnya di Rutan tersebut.

Istrinya Henny Sasmita datang ke Rutan untuk menemui suami, bersama sejumlah keluarga besar Abdul Wahid adik dan sejumlah kakaknya datang ke Rutan.

Sehari sebelum vonis hakim menjadi momen yang krusial tentunya bagi Gubernur Riau dari PKB itu.

"Istri dan keluarga di rutan menjenguk pak AW jelang pembacaan putusan vonis,"ujar juru bicara PKB Riau Musliadi.

Saat ini menurut AW yang disampaikan Musliadi, semuanya berharap pertolongan dari sang pencipta dengan cara mengetuk pintu langit, karena usaha sudah dijalankan secara maksimal.

Sehingga di beberapa tempat di Riau pada Rabu (29/72026) malam akan digelar doa dan zikir bersama untuk mengetuk pintu langit memohon pertolongan agar AW bisa dibebaskan dalam vonis hakim nantinya.

Seperti dilaksanakan masyarakat dan pendukung AW di kantor DPW PKB Riau dan juga di Inhil serta Inhu menjalankan kegiatan yang sama, berzikir dan berdoa bersama.

Sebelumnya Abdul Wahid dituntut 8 tahun 6 bulan oleh JPU dan sudah menyampaikan pledoi, saat ini tinggal menunggu vonis hakim di PN Pekanbaru saja.

Baca juga: Sidang Vonis Besok, Ini Perjalanan Kasus Dugaan Korupsi yang Menyeret Gubri Nonaktif Abdul Wahid

2.000 Pendukung Disebut Bakal Hadir

1.500 sampai 2.000 pendukung Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid akan hadir di pengadilan untuk memberikan dukungan saat sidang vonis Kamis (30/7/2026).

"Besok diperkirakan ada sekitar 1.500 sampai 2.000 orang yang akan hadir di pengadilan, memberi support pada Abdul Wahid,"ujar Juru bicara PKB Riau Musliadi.

Tak hanya itu, pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar acara doa dan zikir bersama Rabu (29/7/2026) di kantor PKB Riau Parit Indah.

Menurut Musliadi acara doa bersama ini memang sudah rutin digelar selama ini oleh pendukung dan keluarga, namun jelang putusan dipusatkan bersama di DPW PKB Riau .

"Acara berdoa bersama ini bertujuan untuk mengetuk pintu langit atas ikhtiar yang dilakukan selama ini,"ujar Musliadi.

Sekretaris Dewan Syuro PKB Riau, H. El Yusril, S.E., M.M., mengatakan doa dan munajat merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dijalankan warga PKB yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (Nahdiyin) maupun kalangan nasionalis.

Menurutnya, setiap urusan manusia tidak terlepas dari kehendak Allah SWT sehingga berdoa menjadi kewajiban sebagai bentuk penghambaan kepada Sang Pencipta.

"Berdoa dan bermunajat adalah kebiasaan rutin warga PKB. Ini merupakan bentuk penghambaan kepada Allah. Tidak ada satu pun urusan di dunia ini yang terlepas dari qudrat dan iradat-Nya," ujar El Yusril kepada Tribunpekanbaru.com.

Ia menjelaskan, doa dapat dilakukan secara pribadi maupun berjamaah. Namun kali ini kegiatan dilaksanakan secara serentak agar semakin menumbuhkan semangat spiritual dan kebersamaan dalam memohon pertolongan kepada Tuhan.

El Yusril menegaskan, warga PKB meyakini bahwa perjuangan menegakkan kebenaran harus dilakukan dengan istiqamah, sekalipun menghadapi berbagai tantangan. Sementara itu, perlawanan terhadap kezaliman dan ketidakadilan, menurutnya, harus ditempuh melalui cara-cara yang santun, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

"Berdoa dan bermunajat adalah salah satu bentuk usaha dan perjuangan tertinggi karena mengedepankan etika sebagai hamba dan adab sebagai makhluk. Keadilan yang hakiki hanya milik Allah, sehingga kepada-Nya lah kita memohon," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.