Kisah Mahasiswa FKM UI Terpilih Jadi Duta Bahasa DKI Jakarta 2026
Hironimus Rama July 29, 2026 07:30 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnunasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - ​Salmahita Ataya Pradilla, seorang mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merengkuh gelar Duta Bahasa DKI Jakarta 2026.

​Prestasi mengagumkan ini diraih Salmahita setelah ia sukses menembus jajaran 20 finalis terbaik dalam ajang kebahasaan bergengsi tersebut.

​Pencapaian ini kian istimewa karena Salmahita menjadi satu-satunya finalis yang berlatar belakang ilmu kesehatan, membuktikan bahwa penguasaan bahasa serta diplomasi budaya bersifat fleksibel dan vital di seluruh lini disiplin ilmu.

Baca juga: Saat Cuaca Tak Menentu, Riset Doktor FEB UI Ungkap Resep Rahasia Petani Indonesia Bertahan Hidup

​Digelar secara komprehensif oleh Kantor Bahasa Provinsi DKI Jakarta, rangkaian seleksi dirancang untuk menguji kebahasaan sekaligus kepemimpinan peserta guna mewujudkan semangat Trigatra Bangun Bahasa.

​Para peserta diuji secara ketat mulai dari skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawasan bahasa daerah dan asing, komunikasi publik, kepemimpinan, hingga eksekusi program krida dan gagasan inovatif.

​Di tengah padatnya jadwal pembekalan, Salmahita membuktikan komitmen tingginya dengan tetap menyeimbangkan kegiatan akademik, khususnya saat menjalani mata kuliah Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di tengah masyarakat.

​Lewat kampanye bertajuk “Bahasa di Layar Kita”, ia mengajak generasi muda mengoptimalkan media sosial demi mempopulerkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara relevan di era digital.

​Tak berhenti di situ, keunggulan gagasannya semakin bersinar saat ia merancang program RASA (Ruang Bahasa dan Budaya Nusantara) untuk mendukung penginternasionalan bahasa Indonesia.

​Mengusung pendekatan gastrodiplomasi yang unik bersama timnya, Salmahita mengangkat kelezatan Soto Betawi sebagai media pembelajaran kontekstual bagi peserta Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

​Melalui perpaduan bahasa, budaya, dan kuliner ini, warga asing asal Serbia, Pakistan, hingga Timor Leste diajak mempelajari kosakata baru serta mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung sambil mengolah kekayaan rempah Nusantara.

​“Belajar bahasa tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas, karena bahasa akan jauh lebih mudah dipahami ketika digunakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Salmahita terkait metode pembelajaran interaktifnya, Rabu (29/7/2026). 

​Fondasi diplomasinya makin kokoh berkat rekam jejaknya sebagai Juara 1 Pidato DKI Jakarta semasa SMA serta pengalaman berharganya saat mengikuti program student exchange di Mahidol University, Thailand.

​“Jangan pernah mengorbankan impian hanya karena orang lain, dan ketika memulai sesuatu, pastikan itu benar-benar karena keinginan diri sendiri agar lebih mudah dijalani dengan hati yang ikhlas,” pesan Salmahita untuk menyemangati sesama mahasiswa.

​Keberhasilan luar biasa ini tidak hanya mempertegas pentingnya komunikasi publik dalam edukasi kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi UI dalam mencetak SDM unggul berkarakter holistik yang siap mendunia. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.