Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnunasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Salmahita Ataya Pradilla, seorang mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merengkuh gelar Duta Bahasa DKI Jakarta 2026.
Prestasi mengagumkan ini diraih Salmahita setelah ia sukses menembus jajaran 20 finalis terbaik dalam ajang kebahasaan bergengsi tersebut.
Pencapaian ini kian istimewa karena Salmahita menjadi satu-satunya finalis yang berlatar belakang ilmu kesehatan, membuktikan bahwa penguasaan bahasa serta diplomasi budaya bersifat fleksibel dan vital di seluruh lini disiplin ilmu.
Baca juga: Saat Cuaca Tak Menentu, Riset Doktor FEB UI Ungkap Resep Rahasia Petani Indonesia Bertahan Hidup
Digelar secara komprehensif oleh Kantor Bahasa Provinsi DKI Jakarta, rangkaian seleksi dirancang untuk menguji kebahasaan sekaligus kepemimpinan peserta guna mewujudkan semangat Trigatra Bangun Bahasa.
Para peserta diuji secara ketat mulai dari skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawasan bahasa daerah dan asing, komunikasi publik, kepemimpinan, hingga eksekusi program krida dan gagasan inovatif.
Di tengah padatnya jadwal pembekalan, Salmahita membuktikan komitmen tingginya dengan tetap menyeimbangkan kegiatan akademik, khususnya saat menjalani mata kuliah Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di tengah masyarakat.
Lewat kampanye bertajuk “Bahasa di Layar Kita”, ia mengajak generasi muda mengoptimalkan media sosial demi mempopulerkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara relevan di era digital.
Tak berhenti di situ, keunggulan gagasannya semakin bersinar saat ia merancang program RASA (Ruang Bahasa dan Budaya Nusantara) untuk mendukung penginternasionalan bahasa Indonesia.
Mengusung pendekatan gastrodiplomasi yang unik bersama timnya, Salmahita mengangkat kelezatan Soto Betawi sebagai media pembelajaran kontekstual bagi peserta Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Melalui perpaduan bahasa, budaya, dan kuliner ini, warga asing asal Serbia, Pakistan, hingga Timor Leste diajak mempelajari kosakata baru serta mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung sambil mengolah kekayaan rempah Nusantara.
“Belajar bahasa tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas, karena bahasa akan jauh lebih mudah dipahami ketika digunakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Salmahita terkait metode pembelajaran interaktifnya, Rabu (29/7/2026).
Fondasi diplomasinya makin kokoh berkat rekam jejaknya sebagai Juara 1 Pidato DKI Jakarta semasa SMA serta pengalaman berharganya saat mengikuti program student exchange di Mahidol University, Thailand.
“Jangan pernah mengorbankan impian hanya karena orang lain, dan ketika memulai sesuatu, pastikan itu benar-benar karena keinginan diri sendiri agar lebih mudah dijalani dengan hati yang ikhlas,” pesan Salmahita untuk menyemangati sesama mahasiswa.
Keberhasilan luar biasa ini tidak hanya mempertegas pentingnya komunikasi publik dalam edukasi kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi UI dalam mencetak SDM unggul berkarakter holistik yang siap mendunia. (m38)