Laporan Wartawan Wartakotalive.com
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan akhirnya kembali merasakan sejuknya ruangan kerja.
Setelah lebih dari delapan bulan tidak beroperasi, sistem pendingin ruangan (AC) di Gedung Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan mulai memasuki tahap uji coba.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, pengoperasian AC dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik sebelum digunakan secara penuh.
"Alhamdulillah, saat ini sudah mulai uji coba secara bertahap," kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Menurut Syafrin, sebelumnya operasional AC diperkirakan baru bisa dilakukan pada Oktober 2026. Perkiraan itu dibuat karena proses pengadaan trafo melalui mekanisme lelang diprediksi membutuhkan waktu cukup lama.
Namun, pengerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal sehingga uji coba sudah dapat dimulai pada akhir Juli 2026.
"Alhamdulillah ternyata prosesnya lebih cepat dari estimasi yang kami perkirakan. Sekarang masih tahap pengujian seluruh komponennya," ujarnya.
Syafrin mengaku kabar kembali beroperasinya AC disambut antusias para ASN dan pegawai di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan.
Bahkan, banyak pegawai yang mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp untuk menyampaikan rasa syukur karena sistem pendingin ruangan dapat kembali berfungsi lebih cepat dari perkiraan.
"Semoga pada Agustus nanti operasionalnya sudah bisa maksimal," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Protokol Pemkot Jakarta Selatan, Fredy Maulana Saputra, menjelaskan proses uji coba dilakukan secara bertahap karena sejumlah komponen chiller harus dipastikan kembali dalam kondisi optimal setelah lama tidak digunakan.
"Masih tahap uji coba. Ada beberapa komponen chiller yang sedang dirapikan. Tiga blok kami servis terlebih dahulu karena sudah terlalu lama tidak beroperasi," kata Fredy.
Ia menjelaskan, sebelum uji coba dilakukan, tim teknis lebih dulu melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk memastikan spesifikasi trafo telah sesuai dengan kebutuhan sistem pendingin gedung.
Selain itu, seluruh instalasi AC juga dibersihkan dari debu yang menumpuk selama berbulan-bulan tidak digunakan.
Pembersihan dilakukan saat hari libur agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran.
Setelah seluruh saluran dan komponen dinyatakan bersih, sistem pendingin mulai dinyalakan secara bertahap dari lantai paling bawah.
Setiap lantai diperiksa untuk memastikan suhu ruangan stabil dan seluruh komponen bekerja normal sebelum pengoperasian dilanjutkan ke lantai berikutnya.
"Setiap lantai kami cek terlebih dahulu, mulai dari suhu ruangan hingga kondisi komponennya. Kalau sudah stabil baru dilanjutkan ke lantai berikutnya," jelas Fredy.
Selain melakukan perawatan pada chiller, Pemkot Jakarta Selatan juga telah mengganti panel listrik serta memasang dua unit trafo untuk mendukung operasional sistem pendingin gedung.
Meski demikian, Fredy mengatakan performa AC saat ini baru mencapai sekitar 50 persen sehingga masih membutuhkan serangkaian pengujian sebelum dioperasikan secara penuh.
"Ibarat mobil baru, ini masih tahap uji coba," tuturnya.