TRIBUNKALTARA.COM - Simak kumpulan pantun tentang mandiri, penuh makna untuk bekal menuju kehidupan dewasa, Rabu (29/7/2026).
Hidup Mandiri adalah bekal utama menuju kedewasaan.
Setiap orang dituntut berusaha sendiri tanpa terlalu bergantung pada orang lain.
Menuju dewasa perlu bekal yang baik agar siap menghadapi problematiknya kehidupan.
Pantun merupakan sarana kreatif untuk menyampaikan pesan moral mendalam.
Lewat kata-kata sederhana, kumpulan pantun ini mengandung makna kerja keras, kejujuran, dan keberanian mengambil langkah sendiri.
Pakailah kumpulan pantun ini sebagai pesan kepada generasi muda yang bersiap menuju dewasa.
Berikut pantun mandiri dari TribunKaltara.com, bekal hidup menuju kedewasaan:
1.
Pergi merantau ke Kota Kediri
Harus membawa banyak barang
Siapa tahu manfaat mandiri?
Hati senang tak susahkan orang.
2. Luka memar dibalut kasa
Perban diganti lalu ditutup
Sejak kecil sudah terbiasa
Sifat mandiri mudahkan hidup.
3. Tamasya ke Pantai Drini
Akhir pekan tak mungkin sepi
Berbekal mandiri sejak dini
Sudah dewasa terasa happy.
4. Kalau tenggorokan panas
Minumlah Adem Sari
Jika kamu anak cerdas
Belajarlah jadi mandiri.
5. Ibu ke pasar membeli teri
Adik menangis keselak duri
Ajarkan anak hidup mandiri
Bekal hidup kemudian hari.
Baca juga: Kumpulan Pantun untuk Mencari Pasangan Hidup, Luapan Hati Jomblo Berharap Dapat Jodoh
6. Wajah bahagia berseri-seri
Bisa naik sepeda roda dua
Belajarlah hidup mandiri
Agar tidak tergantung orangtua.
7. Pohon zaitu di hutan lebat
Ibu berdiri melihat pesawat
Inilah pantun anak hebat
Selalu mandiri dan berhati kuat.
8. Jalan-jalan ke Kota Kendari
Jangan lupa makan sinonggi
Jika kamu ingin mandiri
Belajarlah selagi dini.
9. Lari pagi di hari Minggu
Menghirup udara bersih sekali
Piket kelas sekali seminggu
Mendidik siswa agar mandiri.
10. Kau mandi aku pun mandi
Kau renang aku pun renang
Jika kawan mampu mandiri
Beta pasti merasa senang.
11. Dua belas bulan dalam setahun
Satu tahun tiga ratus enam puluh lima hari
Kini usiaku sepuluh tahun
Diajar ibu untuk bisa mandiri.
12. Duduk manis minum kopi
Pribadi indah adalah jati diri
Jangan hanya bisa minta papi
Jadi anak harus bisa mandiri.
13. Kain kasar dalam lemari
Dari Semarang bawa merpati
Sudah besar, tapi tak mandiri
Bikin orang tak jadi simpati.
14. Waktu itu berjalan pasti
Ada problem harus ditangani
Masa tua masihlah nanti
Pikirkan dulu hari ini.
15. Di Kota Kendari beli pensil
Buat melukis seekor kancil
Belajar mandiri sedari kecil
Kelak nanti hidup berhasil.
16. Mentari berpijar di pagi hari
Sudah datang bapak petani
Mari belajar hidup mandiri
Walau usia masih dini.
17. Buah markisa tidak berduri
Kain kasa ikat jemari
Kalau merasa sudah mandiri
Harus bisa kerjakan sendiri.
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas S.K.)