Debit Air Sungai Meningkat, Warga Keluhkan Akses Jalan Terputus di Balah Aia Padang Pariaman
Rezi Azwar July 29, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Padang Pariaman menyebabkan debit air Sungai Batang Anai meluap dan berarus deras di kawasan Baleh Aia, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Rabu (29/7/2026).

Laporan kejadian ini disampaikan oleh warga sekitar, yang menyebut debit air meningkat terjadi sekitar pukul 15.00 WIB hingga sore.

Salah seorang warga, Dedek Sahputra, mengatakan debit air di daerahnya terjadi usai hujan lebat sekira pukul 15.00 WIB hingga sore.

"Debit air meningkat mulai sore pukul 15.00 WIB, sampai sekarang masih besar dan deras," ucapnya.

Ia menyebut, dampak dari meningkatnya debit air tersebut, akses lalu lintas masyarakat terputus.

Baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Perjuangkan Kenaikan Bantuan Panti Asuhan, Khairuddin: Jangan Berkurang

Sebelumnya kata dia, pada akhir November 2025 lalu, banjir bandang membuat jalan putus di Balah Aia.

Hingga kini ucap Dedek, belum ada perbaikan jalan oleh pemerintah, usai jalan putus di Balah Aia.

"Jalan putus sudah terjadi sejak akhir November 2025 lalu, tapi diperparah karena debit air meningkat. Biasanya warga masih bisa melintas saat sungai kering, kalau sekarang tidak bisa lagi," terangnya.

Ia juga mengatakan, akses jalan di Balah Aia tersebut selalu digunakan oleh anak sekolah setiap harinya.

Akan tetapi, warga mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab ketika hujan turun, akses jalan tak bisa dilalui sama sekali.

Baca juga: Polda Sumbar Ungkap Modus Promotor Judol, Pakai Akun Palsu hingga Spam Komentar Bertuliskan "Gacor"

"Kasihan kita sebagai warga kepada anak kemenakan yang sekolah, ini tidak bisa dilewati karena putus. Sekarang warga juga takut, debit air meningkat bisa memicu banjir," sebutnya.

Ia berharap, pemerintah atau instansi terkait dapat memperbaiki kembali jalan putus di Balah Aia.

Sehingga dengan itu, masyarakat dan anak sekolah tidak sulit lagi melintasi akses jalan tersebut.

"Harapan saya tentu pemerintah segera memperbaiki, ini sudah delapan bulan pascabencana, belum juga ada tindakan," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.