Presiden FIFA Gianni Infantino dorong rencana menjual saham di perusahaan senilai 20 miliar dolar AS kepada investor swasta
Rina Kusumawati July 30, 2026 03:54 AM

FIFA mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengkaji usulan untuk membentuk perusahaan senilai 20 miliar dolar AS yang akan menggabungkan hak komersial dan operasional ajang di seluruh turnamen putra, putri, dan kelompok usia muda. Entitas baru itu akan menjual saham minoritas kepada investor swasta, sementara FIFA menyebut kendali atas kompetisi, tata kelola, dan kalender pertandingan internasional tetap berada di tangan badan pengatur sepak bola dunia.

Cara kerja rencana itu

Gianni Infantino telah menghabiskan banyak masa kepemimpinannya untuk mendorong perluasan kompetisi FIFA dan jangkauan komersialnya. Usulan ini akan menjadi salah satu perubahan paling besar yang pernah ia ajukan.

Rancangan yang ada saat ini, pertama kali dilaporkan oleh The Times dan Financial Times, akan membuat FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise, atau FFE. FIFA akan tetap memegang kendali atas perusahaan itu, sementara investor dari luar akan diundang untuk membeli saham minoritas yang tidak memberi kendali.

FFE akan berupaya menggalang dana hingga 4,2 miliar dolar AS pada akhir tahun ini, berdasarkan valuasi ekuitas awal sebesar 20 miliar dolar AS. FIFA mengatakan dana tersebut akan diinvestasikan kembali ke program pengembangan di seluruh dunia.

Dalam pengumumannya, FIFA menyebut setiap dari 211 asosiasi anggotanya akan memiliki opsi untuk mengakses pendanaan satu kali hingga 20 juta dolar AS melalui FIFA Fast Forward Programme yang baru. The Times melaporkan bahwa dana itu akan dikaitkan dengan kepemilikan saham di FFE yang dapat dipertahankan atau dijual oleh asosiasi, meski FIFA tidak menggambarkan pendanaan tersebut sebagai ekuitas dalam pengumuman resminya.

Usulan itu masih memerlukan dukungan mayoritas asosiasi anggota FIFA dan persetujuan Dewan FIFA.

“Ini tentang demokratisasi sepak bola di seluruh dunia,” kata Infantino dalam pernyataan FIFA.

Pengaruh terhadap FIFA?

Seberapa jauh investor swasta dapat memengaruhi pengambilan keputusan FIFA yang lebih luas menjadi inti penolakan terhadap rencana ini.

FIFA menegaskan investor luar tidak akan memiliki peran operasional di FFE. FIFA juga bersikeras akan mempertahankan wewenang eksklusif atas kompetisinya, kalender pertandingan internasional, serta seluruh urusan regulasi dan olahraga.

Namun, keputusan FIFA tak terelakkan akan memengaruhi nilai perusahaan itu. Memperluas sebuah turnamen atau menggelarnya lebih sering, misalnya, dapat menghasilkan pendapatan komersial tambahan.

The Times melaporkan adanya kekhawatiran bahwa investor swasta bisa menekan FIFA untuk memperluas kompetisi atau menyelenggarakannya di negara-negara yang mampu memaksimalkan pendapatan. Dalam usulan yang dipublikasikan, para investor itu memang tidak memiliki kekuasaan formal untuk mengambil keputusan semacam itu.

Hubungan dengan Pemerintah Amerika Serikat

Thrive Eternal, perusahaan holding berkapital permanen yang diluncurkan Joshua Kushner, diperkirakan akan memimpin kelompok investor yang diusulkan. Kushner adalah adik laki-laki Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump.

The Times melaporkan bahwa sejumlah figur yang dekat dengan pemerintahan Trump telah diajak berkonsultasi mengenai usulan tersebut. J.P. Morgan bekerja sama dengan FIFA dalam proyek ini.

Trump dan Infantino telah membangun hubungan publik yang erat. Presiden FIFA itu menyerahkan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump pada undian Piala Dunia pada Desember 2025. Trump juga bergabung bersama Infantino dalam menyerahkan trofi Piala Dunia kepada Spanyol setelah final bulan ini di New York New Jersey Stadium.

MENIKMATI CERITA INI?

Jadikan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak laporan kami

UEFA keluarkan tanggapan keras

UEFA menolak tegas usulan tersebut dan memperingatkan bahwa rencana itu bisa mengancam tata kelola olahraga ini.

“Ini melampaui batas yang seharusnya tidak pernah dilampaui oleh lembaga pengatur sepak bola,” kata UEFA.

Badan pengatur sepak bola Eropa itu juga mengkritik apa yang mereka sebut sebagai kurangnya transparansi dalam rencana tersebut dan menyerukan asosiasi nasional, liga, klub, pemain, pendukung, serta pemerintah untuk menanggapi usulan ini dengan serius.

“Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola,” tambah UEFA. “Sepak bola bukan untuk dijual oleh FIFA.”

Aksi terakhir Infantino?

Usulan ini bisa menjadi salah satu proyek besar terakhir Infantino sebagai presiden FIFA.

Pria berusia 56 tahun itu dijadwalkan maju dalam pemilihan ulang tahun depan. Jika berhasil, ia bisa tetap menjabat hingga 2031, ketika batas masa jabatan FIFA akan memaksanya mundur.

The Times melaporkan bahwa sebuah peran setara komisaris di FFE pada akhirnya bisa dibuat untuk Infantino setelah masa kepresidenannya berakhir.

FIFA membantah bahwa posisi semacam itu pernah dibahas. Namun, FIFA mengatakan Infantino dan administrasi FIFA akan memegang peran penting di perusahaan itu jika usulan tersebut disetujui.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.