Kiper Tanjung Verde, Vozinha, akan memulai babak baru dalam kariernya bersama raksasa Chile, Colo-Colo, tetapi nama yang membuatnya menjadi salah satu bintang kejutan Piala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan terpampang di punggung seragamnya.
Pemain berusia 40 tahun itu, yang penampilannya selama perjalanan bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia mengubahnya menjadi sensasi sepak bola dunia, diperkirakan akan merampungkan kepindahannya ke juara Chile tersebut setelah meninggalkan klub Portugal, Chaves. Namun, aturan yang berlaku di Primera División Chile saat ini bisa memaksanya mengganti julukan yang sudah dikenal luas dengan nama keluarga resminya.
Penampilan di Piala Dunia mengubah Vozinha menjadi bintang dunia
Vozinha datang ke Piala Dunia musim panas ini sebagai pemain bebas transfer setelah meninggalkan klub Liga Portugal 2, Chaves, tempat ia mencatat 19 penampilan di semua kompetisi pada musim 2025-26.
Sebelum turnamen itu, hanya sedikit orang di luar sepak bola Afrika yang mengenal kiper berpengalaman tersebut.
Semua berubah dengan cepat ketika Tanjung Verde menciptakan salah satu kisah terbesar di Piala Dunia.
Si Hiu Biru menahan calon juara, Spanyol, dengan hasil imbang tanpa gol pada laga pembuka, lalu juga bermain imbang melawan Uruguay dan Arab Saudi untuk lolos dari fase grup pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia. Vozinha kemudian memainkan peran penting saat Tanjung Verde kalah dengan penuh semangat dari Argentina lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar.
Performa itu menuai pujian luas dan secara drastis meningkatkan profil globalnya.
Pengikut Instagram sang kiper melonjak dari sekitar 50.000 menjadi lebih dari satu juta hanya dalam 24 jam setelah Tanjung Verde menahan imbang Spanyol. Pada saat artikel ini diterbitkan, akunnya telah berkembang hingga hampir 30 juta pengikut, melampaui audiens media sosial sejumlah bintang olahraga Amerika ternama, termasuk Travis Kelce, Patrick Mahomes, dan Tom Brady.
Kepindahan ke Colo-Colo dikonfirmasi
Penampilan Vozinha di Piala Dunia dengan cepat menarik minat transfer, dan Colo-Colo bergerak untuk merekrut kiper veteran itu.
Presiden klub, Aníbal Mosa, mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai dan mengatakan transfer itu akan selesai setelah seluruh formalitas yang tersisa dibereskan.
“Vozinha akan menjadi pemain Colo-Colo,” kata Mosa.
“Dalam beberapa hari ke depan, dia akan terbang ke Chile, menjalani pemeriksaan medis yang diperlukan, lalu diperkenalkan di sini di Estadio Monumental.”
Kepindahan ini akan membuat pemain internasional Tanjung Verde itu bergabung dengan salah satu klub tersukses di Chile setelah menjalani karier yang mencakup masa bermain di Tanjung Verde, Angola, Moldova, Siprus, Slovakia, dan Portugal.
Mengapa ‘Vozinha’ bisa hilang dari seragamnya
Meski kini dikenal secara internasional sebagai Vozinha, julukan terkenalnya itu mungkin tidak akan muncul di seragam Colo-Colo miliknya.
Menurut The Sun, regulasi Primera División Chile melarang pemain mengenakan julukan di bagian belakang jersey mereka.
Sebagai gantinya, pemain harus menggunakan salah satu atau kedua nama keluarganya, dengan opsi menambahkan huruf awal.
Nama lahir lengkap Vozinha adalah Josimar Jose Evora Dias, yang berarti seragamnya diperkirakan akan menampilkan “Evora”, “Dias”, atau “Evora Dias” jika aturan yang berlaku saat ini tidak berubah.
Menurut regulasi tersebut, setiap pemain yang memakai julukan dengan melanggar aturan liga akan menerima kartu kuning otomatis, sementara klub juga akan dikenai denda finansial.
Colo-Colo mencari pengecualian khusus
Masih ada kemungkinan para pendukung melihat “Vozinha” di seragam sang kiper.
Menurut The Sun, Colo-Colo telah secara resmi meminta pengecualian kepada Asosiasi Sepak Bola Chile agar kiper itu bisa tetap memakai julukan yang dikenal di seluruh dunia.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Chile, Pablo Milad, mengonfirmasi bahwa permintaan itu sedang dipertimbangkan.
“Sudah ada permintaan resmi dari Colo-Colo,” kata Milad.
“Kami akan menganalisisnya dalam beberapa jam ke depan dan memberi tahu klub mengenai keputusannya.”
Milad juga mengakui dampak komersial dan olahraga yang bisa dibawa kedatangan Vozinha bagi sepak bola Chile.
“Ini akan menjadi daya tarik bagi para penggemar,” katanya.
“Tidak terlihat bahwa dia berusia 40 tahun, dia tampak sangat lincah dan dinamis. Dia akan menjadi aset dan sesuatu yang menarik bagi Colo-Colo, dan luar biasa bahwa dia memilih datang ke sini ke klub penting dalam sepak bola kami.”
Kiper veteran ingin terus bermain
Meski popularitas globalnya yang terus meningkat telah membuka peluang komersial baru, Vozinha menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada melanjutkan karier bermain, bukan menjadi daya tarik pemasaran.
Berbicara sebelum kepindahannya ke Chile, sang kiper mengatakan ia berharap bisa terus bermain melewati usia 40 tahun.
“Itu salah satu hal pertama yang ingin saya selesaikan. Saya mencintai sepak bola. Berada di sini, di usia 40 tahun, karena saya benar-benar memiliki gairah ini,” katanya.
“Saya ingin bermain setidaknya satu atau dua tahun lagi, atau melihat sejauh mana tubuh saya bisa bertahan; kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
“Saya ingin bermain, dan saya berharap menemukan tim yang benar-benar menginginkan saya sebagai pemain, bukan sebagai orang pemasaran.”