TRIBUNJATENG.COM, SUMEDANG – Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 menjadi Pamong Praja Muda, Rabu (29/7/2026).
Pelantikan berlangung di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Secara simbolis, Prabowo melantik perwakilan Pamong Praja Muda di atas panggung.
Salah satunya, Mohamad Toriq Anwar, anak petani asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dua lulusan terbaik lainnya, yakni Aji Bayu Ramadhan, anak buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur, dan Charina Anggie Simbolon, anak prajurit TNI berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), asal Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Salah satu lulusan terbaik, Thoriq mengatakan, sejak pertama kali memasuki IPDN, dia telah menanamkan cita-cita menjadi lulusan terbaik.
“Saya sangat bangga dan bersyukur. Karena setelah sekian lama, pelaksanaan pendidikan selama empat tahun dengan proses yang panjang, tiba harinya di mana kami akan mulai pengabdian untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, dan dilantik oleh Presiden Republik Indonesia,” kata Toriq.
Dia menyampaikan, perjalanan tersebut juga tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya yang selalu menjadi tempat berbagi cerita, keluh kesah, sekaligus sumber motivasi selama menjalani pendidikan.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah lelah, berjuang, berdoa, selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan, sebelum naik podium telah mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bahwa 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.
“Ini, tadi saya disampaikan ada yang anaknya buruh, ada anak tani, ada anak bintara tentara,” ujar Prabowo.
Dia menjelaskan, ini merupakan bukti bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil.
Dia menekankan bahwa pemerintah memang menginginkan seleksi yang benar, sehingga putra-putri terbaik bangsa bisa terserap, tanpa memandang status orang tuanya.
"Ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat. Ini buktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar," jelasnya. (Kompas.com/Tribunnews)