Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Seorang warga negara asing (WNA) bernama Lucy yang menangis histeris karena menceritakan pengalamannya melihat gunungan sampah di Bukit Pergasingan, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 3 menit 13 detik yang diunggah melalui akun TikTok @lucy_larilari, Lucy tampak menangis mengeluhkan tumpukan sampah yang berserakan di jalur pendakian.
Lucy, yang mengaku telah tinggal di Indonesia selama 35 tahun dan sedang mengurus proses kewarganegaraan Indonesia, mengatakan dirinya kecewa melihat perilaku sejumlah pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Menurutnya, saat ia memunguti sampah di lokasi, masih ada pengunjung yang tetap membuang sampah tanpa menghiraukan kondisi sekitar.
"Gunung secantik ini kalian rusak dengan sampah yang keterlaluan," ujarnya dengan suara bergetar dalam video tersebut.
Merespons video yang viral itu, pengelola Bukit Pergasingan memutuskan menutup sementara seluruh aktivitas pendakian dan berkemah untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata tersebut.
Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun, mengatakan penutupan sementara bukan semata-mata untuk melakukan aksi bersih-bersih, melainkan sebagai langkah menyusun sistem pengelolaan yang dinilai lebih efektif.
"Video yang viral itu memperlihatkan kondisi sebelum dibersihkan. Tapi kami terima kritik itu. Sebab, kalau hanya bersih-bersih setelah videonya keluar, itu tidak memecahkan persoalan. Maka solusinya adalah membangun tata kelola yang terintegrasi dan kokoh," kata Royal saat dihubungi, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, selama masa penutupan, seluruh aktivitas pendakian harian maupun berkemah dihentikan sementara. Pengecualian hanya diberikan kepada agen perjalanan yang telah memiliki pemesanan sebelumnya dengan kuota terbatas.
Baca juga: TPST Kebon Talo Mulai Dibangun: Luas Area 1,48 Hektare, Kapasitas 60 Ton Sampah per Hari
Selain melakukan evaluasi, pengelola juga tengah menyiapkan aturan baru untuk meningkatkan kepatuhan pengunjung terhadap pengelolaan sampah.
Salah satu skema yang akan diterapkan adalah sistem deposit atau uang jaminan. Melalui mekanisme tersebut, setiap pendaki diwajibkan menyetor sejumlah uang saat registrasi. Uang jaminan akan dikembalikan apabila pendaki membawa turun seluruh sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan Bukit Pergasingan.
Bagi pendaki yang tidak menggunakan sistem deposit, pengelola menyiapkan skema re-packing atau pengepakan ulang. Seluruh barang bawaan beserta potensi limbah akan diperiksa sebelum pendaki diperbolehkan memasuki kawasan.
"Pengunjung lebih takut kehilangan uang jaminan daripada sekadar dilarang masuk. Itu cara paling ampuh. Kami terpaksa mengambil langkah ini demi menjaga kebersihan Bukit Pergasingan," tegas Royal.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan kawasan wisata alam yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit di Sembalun.
"Mari kita jaga gunung ini, jangan sampai karena kelalaian kita, keindahan yang kita banggakan justru merosot," pungkas Royal.
Pengelola memastikan aturan baru tersebut masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan sebelum Bukit Pergasingan kembali dibuka untuk aktivitas wisata.
(*)