Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Terungkap terduga pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram, Nadya Dwi Ramadhany, ternyata bukan orang terdekat korban. Pelaku diketahui berinisial H warga Kota Mataram.
H mengaku tidak saling mengenal dengan korban. Ia tega menghabisi nyawa Nadya karena spontan. Sebab pada saat akan mengambil handphone dan sepeda motornya, korban terbangun dan melawan.
"Tidak (kenal), refleks (membunuh)," kata H ditemui di Polresta Mataram, Rabu (29/7/2029).
Usai mengambil handphone korban, H mengaku membuang barang bukti tersebut di SMAN 2 Kuripan Lombok Barat. Namun saat dilakukan pencarian barang bukti tersebut tidak ditemukan.
"Tidak (ditemukan), (ambil) HP sama motor," kata pemuda asal Mataram ini.
Baca juga: Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Libatkan 8 Ahli dan 24 Saksi, Polda NTB Pastikan Sesuai BAP
Pemuda yang belum genap berusia 18 tahun ini mengaku dalam waktu dekat akan berangkat ke Malaysia untuk bekerja. Selama tiga bulan sejak kematian Nadya, ia bersembunyi di sekitar Mataram dan dihantui perasaan takut.
"Di sekitar Mataram, takut," ujarnya.
Selain melakukan tindak pidana, H juga mengaku sering mengkonsumsi barang haram jenis sabu. Ia juga mengaku tidak bermain judi online.
Tertangkapnya H dalam kasus kematian Nadya menjadi babak baru, setelah tiga bulan lebih pihak keluarga menunggu kejelasan dari pihak kepolisian terkait dengan pelaku pembunuhan ini.
Dalam proses penyidikan polisi melibatkan anjing pelacak untuk mencari bukti, selain itu juga melibatkan laboratorium forensik Bareskrim Polri untuk membantu pengungkapan kasus ini.
Sebagai informasi Nadya ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kota Mataram pada, Minggu (17/5/2026) dini hari. Sejumlah barang berharga seperti handphone dan sepeda motor milik korban dikabarkan hilang.
(*)