TRIBUNJATIM.COM - Video yang memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 3 Demak menjadi sorotan di media sosial.
Dalam video yang viral, tampak seorang siswa menerima telur yang masih utuh lengkap dengan kulit kulitnya, tetapi sudah dilumuri bumbu sehingga memicu beragam komentar warganet.
Rekaman yang beredar di Instagram menunjukkan telur tersebut sekilas menyerupai telur balado karena telah dibalut bumbu berwarna kemerahan.
Namun, kulit cangkang telur masih terlihat utuh sehingga siswa tampak beberapa kali memukulnya menggunakan ompreng MBG untuk membukanya.
Baca juga: BGN Rilis Daftar SPPG yang Ditutup Permanen, 8 Dapur MBG di Antaranya Ada di Tulungagung
"Viral SMA 3 Demak terima menu MBG yang unik 'Yok opo iki seng dibumbuni'," tulis akun pengunggah.
Menanggapi viralnya video tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Muzani Ali Sadikin, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan mitra penyelenggara MBG, menu tersebut didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 29 Mei 2026 untuk siswa SMA Negeri 3 Demak.
Sementara itu, video baru ramai di media sosial setelah diunggah akun Instagram @Degela*** pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Muzani mengatakan, menu yang dibagikan saat itu sebenarnya merupakan telur bebek asin sambal kemangi.
"Menu hari itu tanggal 29 Mei 2026, di antaranya nasi putih, telur bebek asing sambal kemangi, tahu orak dan buah jeruk," ungkap Muzani, Rabu (27/7/2026) malam.
Ia menerangkan, telur bebek asin tersebut seharusnya disajikan dalam kondisi sudah dibelah menjadi dua bagian. Namun, ada beberapa butir telur yang luput dari proses tersebut sehingga tampak seperti telur utuh yang langsung diberi sambal.
"Telur bebek asin menu hari itu sebenarnya dibelah menjadi dua, namun ada yang terlewat sehingga seperti telur bebek asin tanpa belah dan dikasih bumbu atau sambal kemangi," jelas Muzani.
Sebagai tindak lanjut, pihak BGN meminta seluruh dapur SPPG di Kabupaten Demak meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
"Kami menekankan kepada seluruh SPPG di Kabupaten Demak untuk lebih menjaga kualitas menu MBG yang di distribusikan kepada penerima manfaat, sehingga MBG bisa dinikmati dan tujuan pemenuhan Gizi terpenuhi dengan baik," tutup Muzani.