Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan masyarakat.
Menggandeng mitra internasional Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, UNISLA menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak di Kabupaten Lamongan, Rabu (29/7/2026).
Fokus utama dari program KKN kolaboratif ini adalah pembuatan dan sosialisasi lubang resapan biopori di wilayah yang rawan dilanda banjir tahunan, salah satunya di Desa Keben, Kecamatan Turi.
Rektor UNISLA, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa aksi di lapangan ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi.
Baca juga: 89 Desa di Lamongan Rawan Kekeringan di Puncak Musim Kemarau, Pemkab Mulai Salurkan Air Bersih
"Kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. Muaranya nanti bisa menjadi riset bersama. Kecamatan Turi dipilih karena setiap tahun mengalami banjir, sehingga pembekalan biopori ini diharapkan meningkatkan daya serap air di pemukiman," ujar Abdul Ghofur.
Ia mengimbau masyarakat agar berpartisipasi aktif dengan membuat minimal 1 hingga 3 lubang biopori di pekarangan rumah masing-masing demi menekan genangan air secara berkelanjutan.
Program KKN Berdampak ini menuai pujian langsung dari Dekan Pusat Pengajian Siswazah UTHM Malaysia, Prof. Zaki Bin Noh.
Menurutnya, pendekatan pengabdian masyarakat yang dilakukan UNISLA sangat solutif dan layak dicontoh.
"Ini kali pertama saya melihat usaha universitas kepada komunitas melalui program KKN seperti ini. Bagi saya ini sangat menarik dan boleh diaplikasikan di UTHM," ungkap Prof. Zaki.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan serta geografis antara Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kemiripan, sehingga metode pembuatan biopori dinilai sangat relevan untuk diterapkan di negerinya sebagai upaya mitigasi banjir.
Sementara itu, Ketua Litbang UNISLA, Nur Azizah Afandi, menyebutkan bahwa program biopori ini dilaksanakan di 17 desa sampel yang ada di Kecamatan Turi.
"Para mahasiswa terjun ke 17 desa untuk memberikan sosialisasi tata cara pemasangan, fungsi, hingga perawatan biopori. Target utama kami adalah ibu-ibu rumah tangga agar mereka dapat memanfaatkan lubang biopori ini untuk mengolah sampah organik rumah tangga," terang Nur Azizah.
Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat.
Ia menilai kolaborasi ini sangat strategis dalam memberikan wawasan internasional (global perspective) kepada para mahasiswa yang sedang mengabdi di tengah masyarakat.
Sinergi tiga kampus ini diharapkan tidak hanya mereduksi risiko banjir di kawasan Lamongan, namun juga melahirkan inovasi berbasis riset untuk ketahanan lingkungan di masa depan.