PROHABA.CO, ACEH JAYA – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Jaya kini mulai membawa dampak serius bagi sektor pertanian.
Berdasarkan data terbaru dari dinas terkait, sedikitnya 386 hektare lahan persawahan milik masyarakat dilaporkan mulai mengalami kekeringan yang cukup parah.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, membenarkan kondisi yang memprihatinkan tersebut.
Menurutnya, ratusan hektare lahan yang terdampak itu tersebar secara merata di empat wilayah kecamatan utama.
"Untuk lahan sawah di Aceh Jaya yang sudah mulai kekeringan akibat kemarau panjang saat ini tercatat sekitar 386 hektare," ungkap Dailami di Aceh Jaya, Rabu (29/7/2026).
Adapun empat wilayah kecamatan yang terancam krisis air tersebut meliputi Kecamatan Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, dan Sampoiniet.
Dailami menjelaskan bahwa fenomena alam ini datang di waktu yang sangat krusial, di mana sebagian besar petani lokal justru sedang berada dalam fase penting jadwal pertanian mereka.
Baca juga: Debit Air Kolam Mata Ie Turun,13 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Terdampak
Baca juga: Jembatan Pelang dan Titi Merah Bakal Jadi Ikon Baru di Tanah Gayo, Target Rampung Akhir Tahun Ini
Kondisi kekeringan ini terjadi tepat ketika para petani sedang memasuki masa pengolahan tanah serta persiapan awal musim tanam.
Kendati demikian, sebagian besar lahan memang masih dalam tahap persiapan.
"Untuk saat ini memang rata-rata persawahan sedang dalam proses musim olah tanah.
Namun, ada satu titik lokasi yaitu di Desa Sapek, Kecamatan Setia Bakti, yang tanamannya sudah mulai ditanam dan kini ikut mengalami kekeringan," jelas Dailami lebih lanjut.
Menyikapi ancaman ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Dinas Pertanian memastikan akan terus memantau dan memetakan kondisi lahan secara berkala.
Langkah intensif ini diambil demi mengantisipasi agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan berpotensi mengganggu jadwal musim tanam para petani.
Dinas Pertanian Aceh Jaya juga mengimbau petani untuk proaktif berkoordinasi dengan penyuluh dan pemerintah dalam menghadapi kondisi kemarau.
"Kami sangat berharap kepada seluruh petani agar dapat lebih produktif, proaktif, serta menjalin kerja sama yang solid dengan pihak dinas maupun para penyuluh pertanian di lapangan.
Sinergi ini sangat penting untuk bersama-sama mengantisipasi dan mencari solusi terbaik atas dampak kekeringan yang terjadi saat ini," tutupnya.
(Serambinews.com/Riski Bintang)
Baca juga: Debit Air Baku Mata Ie Turun Drastis, PDAM Tirta Mountala Sesuaikan Distribusi
Baca juga: Harapan Baru bagi Korban Bencana, Sebanyak 533 Rumah Dibangun Tahun Ini di Aceh Tengah
Sumber: SerambiNews.com