TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian pria bernama Sutrimo hingga kini masih menjadi misteri dan terus didalami pihak kepolisian.
Hampir sepekan setelah jasadnya ditemukan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, penyebab pasti kematiannya belum juga berhasil dipastikan.
Untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan dari sejumlah pihak.
Polisi bahkan membuka kemungkinan melakukan ekskumasi atau pembongkaran makam sebagai langkah lanjutan dalam proses penyelidikan.
Rencana tersebut disebut akan dilakukan setelah seluruh tahapan pemeriksaan yang diperlukan selesai dijalankan.
Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman sebuah klinik di Kebayoran Baru pada Kamis, 23 Juli 2026.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setibanya di rumah sakit, tim dokter menyatakan Sutrimo telah meninggal dunia.
Sempat beredar foto di media sosial yang memperlihatkan korban dengan kondisi mulut berbusa, tetapi dokter menyebut tidak menemukan tanda tersebut saat jenazah tiba di rumah sakit.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah Sutrimo dibawa pihak keluarga ke Banyumas, Jawa Tengah, untuk dimakamkan, sementara penyelidikan polisi masih terus berlanjut.
Baca juga: Isu Sutrimo Berselisih dengan Keluarga Febrie Adriansyah Sebelum Tewas, Susno Duadji: Perlu Didalami
Dalam foto yang beredar di media sosial, Sutrimo tampak dengan mulut berbusa.
Namun, menurut keterangan dokter, saat jenazah tiba di rumah sakit tidak ditemukan busa pada mulut korban.
Setelah jenazah dibersihkan, Sutrimo kemudian dibawa keluarganya ke Banyumas, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.
"Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang," kata Budi.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah Sutrimo meninggal karena sakit, tindak pidana, atau penyebab lainnya.
Baca juga: Sosok Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah di Mata Tetangga, Disebut Sudah 2 Dekade Jaga Rumah Pejabat
Karena itu, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.
Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, hingga informasi lain yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.
Di tengah proses penyelidikan itu, beredar informasi bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Namun, Budi mengatakan, informasi tersebut masih didalami penyidik.
"Masih didalami," ujar Budi.
Baca juga: Siapa Ajudan yang Antar Jasad Sutrimo Karumga Febrie? Tak Minta Autopsi, Mahfud MD Desak Ekshumasi
Setelah kabar kematian Sutrimo beredar, muncul pula narasi lain di media sosial dan grup WhatsApp yang menyebut ajudan atau sopir Febrie Adriansyah tewas ditembak di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Budi memastikan informasi tersebut tidak benar.
"Sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan, itu adalah hoaks," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujar Budi.
Dengan demikian, hingga kini penyelidikan kepolisian masih berfokus pada mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
Sementara itu, informasi mengenai ajudan atau sopir Febrie Adriansyah tewas ditembak dipastikan merupakan kabar bohong.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor/Hanifah Salsabila)