SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Di balik laju roda ekonomi dan aktivitas industri yang masif di suatu daerah, keberadaan para pengambil keputusan seperti manajer, direktur, hingga pimpinan instansi menjadi kemudi utama yang menentukan arah kebijakan organisasi dan perusahaan.
Dalam klasifikasi ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok ini secara resmi masuk ke dalam kategori Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan.
Kategori ini mencakup para profesional yang menduduki level atasan dengan tanggung jawab strategis yang tinggi.
Dua provinsi dengan basis ekonomi kuat, Banten dan Sumatera Selatan (Sumsel), terus menunjukkan dinamika menarik pada struktur pengupahan para petingginya.
Baca juga: Rajanya Buah Eksotis: Mengintip 5 Daerah Penghasil Durian Terbanyak di Sumatera Selatan
Banten berkembang pesat dengan potensi pekerjaan yang berpusat pada sektor industri pengolahan, logistik, dan pertanian.
Roda bisnis di wilayah ini didukung oleh kawasan industri manufaktur skala besar di Tangerang, Serang, hingga Cilegon, serta keberadaan infrastruktur pelabuhan dan transportasi utama.
Sementara itu, Sumatera Selatan tumbuh sebagai raksasa ekonomi yang berbasis energi dan pertambangan skala masif, yang kemudian dipadukan secara solid dengan sektor perkebunan dan pertanian komersial.
Lantas, bagaimana perbandingan remunerasi level atasan di kedua provinsi ini? Data terbaru BPS yang dikutip pada Kamis (30/7/2026) mengungkapkan fakta peta kompensasi level kepemimpinan sebagai berikut.
Berada dekat dengan pusat perekonomian nasional serta memiliki kawasan industri manufaktur yang sangat padat, Banten memberikan apresiasi finansial yang cukup tinggi bagi para manajer dan pimpinannya.
BPS mencatat, rata-rata gaji bersih bulanan untuk Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan di Provinsi Banten telah menembus angka Rp5.092.833.
Keberadaan kawasan industri manufaktur moderen serta koridor logistik internasional di kawasan Cilegon dan Tangerang ditengarai menjadi faktor pendorong tingginya standar kompensasi level manajerial di wilayah ini.
Di sisi lain, Provinsi Sumatera Selatan membukukan rata-rata gaji bersih bulanan Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan di angka Rp4.339.897.
Meski didukung oleh koridor industri pertambangan, energi, dan perkebunan besar yang menyumbang pendapatan daerah secara signifikan, rata-rata kompensasi bersih pimpinan di Sumsel tercatat terpaut sekitar Rp752 ribu di bawah Banten.
Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh sebaran variasi skala usaha dan kompensasi industri lokal di tingkat kabupaten/kota yang lebih luas.
Perbedaan angka gaji bersih di level kepemimpinan ini memberikan gambaran bagaimana struktur ekonomi daerah memengaruhi nilai kompensasi profesi tingkat atas.
Banten dengan basis industri pengolahan bernilai tambah tinggi dan kedekatannya dengan Jakarta masih memimpin angka remunerasi, sementara Sumsel terus menjaga daya saingnya di tengah transformasi industri energi dan perkebunan regional.