Profil Syerly, Lurah Paya Pasir yang Viral Usai Nyeletuk 'Ciyee Curhat Dia Bah' Saat Warga Keluhkan Kondisi Jalan ke Walkot Medan
Faza Anjainah Ghautsy July 30, 2026 01:34 PM

Grid.ID- Profil Syerly, Lurah Paya Pasir yang viral usai nyeletuk "Ciyee curhat dia bah". Insiden ini terjadi saat warga keluhkan kondisi jalan ke Wali Kota Medan.

Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Syerly baru-baru ini viral lantaran celetukan yang dilontarkannya saat seorang warga menyampaikan keluhan terhadap Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Insiden ini terjadi saat Rico meninjau kawasan Jalan Paya Pasir sekitar kawasan wisata Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (28/7/2026).

Dalam kunjungan itu, seorang warga bernama Ulfa menyampaikan persoalan keamanan dan minimnya fasilitas di lingkungan tempat tinggalnya. Dia mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas serta minimnya lampu penerangan jalan umum atau PJU yang membuat kawasan itu gelap pada malam hari.

Ulfa bahkan mengaku memasang empat titik lampu penerangan dengan menggunakan uang pribadi karena fasilitas penerangan di wilayah tersebut dinilai belum memadai. Namun, saat dia menyampaikan keluhan itu kepada Walkot Medan, Syerly yang turut mendampingi kunjungan justru melontarkan celetukan.

"Pak nanti izin pasang lampu ya pak. Gelap kali soalnya pak. Banyak kali di sini begal. Ini empat tiang (lampu) saya pasang sendiri pakai duit pribadi," kata Ulfa, dilansir dari Kompas.com.

"Ciee curhat dia bah," celetuk Syerly.

Respon Syerly ini yang kemudian menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap warga yang sedang menyampaikan persoalan keamanan di lingkungannya. Usai viral, Lurah Paya Pasir itu kemudian membantah ucapannya itu bermaksud mengejek dan berdalih sudah lama dia mengenal Ulfa dan keduanya kerap bercanda.

"Spontanitasnya itu, saya bilang, 'Cie, curhat nih ye.' Itu saya tidak ada makna apa-apa," kata Syerly.

Selanjutnya, pada Selasa (28/7/2026), Syerly diketahui dilaporkan dan diperiksa Inspektorat Kota Medan. Inspektur Kota Medan Erfin Fahrurrazi mengatakan, Syerly diduga melanggar Peraturan Wali Kota Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Menurut Erfin, pelanggaran tersebut berkaitan dengan kewajiban ASN untuk menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan, maupun tindakan. Inspektorat juga merekomendasikan pembinaan disiplin terhadap Syerly.

"Langkah tegas ini menjadi bentuk komitmen Pemko Medan di bawah kepemimpinan bapak Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam menjaga profesionalisme serta marwah ASN agar tetap menjadi pengayom dan teladan bagi masyarakat," ujar Erfin.

Sementara itu, sebelum viral lantaran celetukannya, Lurah Paya Pasir satu ini ternyata pernah didemo lantaran dituding tidak peduli dengan korban banjir dan juga mengancam warga. Melansir dari Tribun-Medan.com, pada Selasa (9/12/2025) warga diketahui berdemo ke Kantor Camat Medan Marelan di Jalan Kapten Rahmad Buddin dan mendesak agar Syerly dicopot dari jabatannya.

"Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah enggak hadir, bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah ia marah sembari mengancam tak akan ada lagi berikan bantuan ke warga lingkungan kami. Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja," kata Syahdan, warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir saat melakukan aksi.

Berikutnya, untuk profil Syerly diketahui merupakan pejabat yang memiliki gelar Sarjana Pendidikan dan Magister Administrasi Publik. Sebelum menjadi Lurah Paya Pasir, dia disebut pernah menjabat sebagai Lurah Terjun.

Sebagai Lurah Paya Pasir, Syerly membawahi sembilan kepala lingkungan yang berada di wilayah Kecamatan Medan Marelan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN, Syerly tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp84.206.010.

Laporan itu disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 13 Februari 2025 untuk periode pelaporan 2024. Dalam laporan itu, Syerly mencatat kepemilikan tanah tanah dan bangunan seluas 240 meter persegi dan 75 meter persegi di Kota Medan yang diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp220 juta.

Dia juga melaporkan satu unit sepeda motor Honda keluaran 2023 senilai Rp10 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp7.206.010. Seluruh aset yang dilaporkannya mencapai Rp237.206.010, namun dikurangi utang sebesar Rp153 juta sehingga total kekayaannya sekarang Rp84.206.010.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.