Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh selangkah lagi membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.
Kampus tersebut menargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada Agustus 2026, setelah menyelesaikan tahapan evaluasi lapangan dari Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Evaluasi pembukaan Prodi Kedokteran berlangsung secara hybrid dengan pusat kegiatan di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (30/7/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum pemerintah menerbitkan izin operasional program studi tersebut.
Tim evaluator melakukan penilaian terhadap kesiapan UIN Ar-Raniry, mulai dari dokumen akademik, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga dukungan rumah sakit pendidikan.
Baca juga: Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry: Ikhtiar Membangun Peradaban Kesehatan Aceh
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman, mengatakan seluruh kebutuhan pembukaan Program Studi Kedokteran telah dipersiapkan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
"Alhamdulillah, dengan dukungan seluruh sivitas akademika, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, seluruh instrumen, dokumen, sumber daya manusia, fasilitas fisik, serta sarana dan prasarana telah kami siapkan secara serius," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Pidie Siapkan RSUD Tgk Chik Ditiro Jadi RS Pendidikan untuk Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry
Menurut Mujiburrahman, evaluasi lapangan menjadi kesempatan bagi UIN Ar-Raniry untuk memperoleh masukan dari tim evaluator sekaligus memastikan seluruh persyaratan pembukaan program studi telah terpenuhi.
Ia menegaskan, pendirian Fakultas Kedokteran bukan sekadar menambah program studi baru, tetapi merupakan bagian dari strategi universitas dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan sektor kesehatan di Aceh.
"Kami ingin melahirkan dokter Muslim yang tidak hanya kompeten dalam bidang medis, tetapi juga memiliki integritas, etika, kepekaan sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat," katanya.
Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry nantinya akan memiliki kekhasan akademik melalui pengembangan bidang promotif dan preventif penyakit infeksi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan mengintegrasikan ilmu kedokteran dan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, kehadiran fakultas tersebut diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan tenaga dokter di Aceh yang masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan jumlah maupun kualitas tenaga medis.
Dukungan terhadap pembukaan Program Studi Kedokteran juga datang dari Pemerintah Aceh. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyebut pendirian Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry merupakan investasi strategis bagi masa depan pelayanan kesehatan masyarakat Aceh.
Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh telah menyiapkan hibah lahan seluas sekitar 30 hektare untuk pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN Ar-Raniry.
Selain itu, aset Akademi Keperawatan beserta sarana dan prasarananya juga telah dihibahkan guna memperkuat infrastruktur pendidikan kesehatan.
"Kami berharap kehadiran Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry dapat memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Aceh," ujar Nasir.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf, mengatakan kurikulum yang disiapkan telah melalui proses benchmarking dengan sejumlah fakultas kedokteran terkemuka di Indonesia dan Malaysia.
Ia menambahkan, apabila izin operasional diterbitkan dalam waktu dekat, UIN Ar-Raniry akan segera membuka penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran pada Agustus 2026.
"InsyaAllah, jika izin operasional keluar dalam waktu dekat, penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran akan dibuka pada Agustus 2026," pungkasnya.