SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem keuangan dan kewirausahaan, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berkantor di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Kamis (30/7/2026).
Berkantor di Ruang Sultan Muda Sumsel Center, Lantai 4 Kantor OJK Sumsel, Herman Deru mengaku tetap menjalankan agenda pemerintahan seperti biasa dengan membawa sejumlah dokumen pekerjaan.
"Hari ini saya berkantor di OJK Sumsel, di Ruang Sultan Muda Sumsel Center lantai 4. Saya sudah membawa berkas-berkas yang akan saya kerjakan," kata Herman Deru.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengungkapkan Program Sultan Muda Sumsel terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 10.950 Sultan Muda telah bergabung dalam program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari aksi nyata para pelaku usaha muda yang terus didorong untuk berkembang melalui pendampingan dari berbagai pihak.
"Kita tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga aksinya. Kita ingin mereka merasakan bahwa Pemprov Sumsel, OJK, sektor keuangan, hingga berbagai pihak benar-benar hadir mendampingi mereka, termasuk dalam distribusi, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya," ujarnya.
Herman Deru menegaskan pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Saya selalu menyampaikan bahwa salah satu fokus kita adalah membangun ekonomi yang selaras dengan pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. Ini bukan sekadar slogan, tetapi kerja nyata yang harus terus kita wujudkan," katanya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah harus memiliki target yang jelas dalam membangun daerah.
"Pemerintah harus punya obsesi, bukan sekadar cita-cita. Itu yang ingin saya dorong," tegasnya.
Usai berkantor, Herman Deru juga makan siang bersama para peserta Program Sultan Muda Sumsel. Dalam kesempatan tersebut, ia berbincang dengan para pelaku usaha muda dari berbagai sektor, seperti kuliner, perkebunan, pertanian, minyak, ekspor, dan sektor usaha lainnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan kehadiran Gubernur Sumsel berkantor di OJK merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.
"Ini bentuk kolaborasi yang nyata. Nanti beliau juga akan memberikan insight kepada Sultan Muda Sumsel," katanya.
Arifin mengungkapkan, Sumatera Selatan saat ini masuk dalam tiga besar nominasi Financial Literacy Award tingkat nasional. Selain itu, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumsel juga akan menjalani proses penilaian oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan OJK.
"Insyaallah kami optimistis meraih hasil terbaik. Namun, yang terpenting bukan semata-mata penghargaan nasional, melainkan karya nyata yang telah dilakukan. Program Sultan Muda Sumsel bahkan telah menjadi contoh, dan beberapa provinsi sudah meminta izin untuk mengadopsi program ini," ujar Arifin.