Liputan6.com, Jakarta - Sate bukan hanya identik dengan daging ayam atau kambing. Di Solo, Jawa Tengah, ada sajian legendaris yang lahir dari kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan sederhana, yaitu sate kere.
Berbeda dari sate pada umumnya, makanan ini menggunakan potongan tempe gembus yang ditusuk layaknya sate ayam, kemudian dibakar dan disajikan dengan siraman bumbu kacang yang gurih-manis. Sekilas tampilannya bahkan mirip sate ayam, sehingga banyak orang penasaran mencicipinya.
Jika ingin mencicipinya tanpa harus pergi ke Solo, Anda bisa membuat sendiri di rumah. Prosesnya cukup mudah dengan bahan-bahan yang sederhana. Berikut resep sate kere tempe gembus khas Solo, dirangkum Liputan6.com, Kamis (30/7/2026).

Dalam bahasa Jawa, kata kere berarti miskin atau tidak mampu. Nama tersebut merujuk pada bahan utama yang digunakan sebagai pengganti daging, yaitu tempe gembus. karena harganya jauh lebih murah dibandingkan daging sapi maupun kambing.
Pada masa itu, daging merupakan bahan pangan yang tergolong mahal sehingga tidak semua orang mampu membelinya. Untuk tetap bisa menikmati sajian mirip sate, masyarakat memanfaatkan bahan-bahan yang lebih terjangkau. Tempe gembus, yang dibuat dari ampas tahu hasil pengolahan kedelai, menjadi salah satu pilihan karena mudah didapat, mengenyangkan, dan mampu menyerap bumbu dengan baik.
Meski berasal dari makanan rakyat, sate kere tidak dibuat seadanya. Tempe gembus terlebih dahulu dibumbui hingga meresap, kemudian ditusuk seperti sate ayam dan dibakar di atas bara api. Setelah matang, sate disajikan dengan siraman bumbu kacang yang gurih dan manis, sehingga tampilannya sekilas menyerupai sate ayam.
Seiring waktu, sate kere berkembang dari makanan alternatif menjadi salah satu kuliner khas Solo yang banyak dicari wisatawan. Kini, hidangan ini tidak lagi identik dengan makanan orang kurang mampu, melainkan menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Jawa Tengah yang tetap mempertahankan cita rasa khasnya. Bahkan, sejumlah penjual sate kere legendaris di Solo masih mempertahankan resep turun-temurun sehingga cita rasa autentiknya tetap terjaga hingga sekarang.


Susun sate tempe gembus di atas piring saji. Siram dengan bumbu kacang secukupnya, lalu sajikan bersama irisan bawang merah, cabai rawit, dan lontong atau nasi hangat agar rasanya semakin nikmat.

Pilih tempe gembus yang masih segar dengan tekstur padat agar tidak mudah hancur saat direbus maupun dibakar. Jangan memasak dengan api besar saat proses ungkep karena tempe gembus mudah pecah jika kuah bergolak terlalu keras.
Diamkan tempe gembus dalam bumbu minimal 30 menit setelah diungkep sebelum dibakar agar rasanya semakin meresap. Jika menggunakan bara arang, hasilnya akan lebih autentik karena memberikan aroma smokey yang menjadi ciri khas sate kere Solo.
Tempe gembus adalah tempe yang dibuat dari ampas tahu hasil pengolahan kedelai. Teksturnya lebih lembut dan berpori dibanding tempe kedelai.
Istilah "kere" dalam bahasa Jawa berarti miskin. Nama tersebut muncul karena dahulu sate ini dibuat sebagai alternatif sate daging yang lebih terjangkau.
Bisa. Setelah proses ungkep, tempe gembus sebenarnya sudah matang dan dapat langsung disajikan. Namun, proses pembakaran akan memberikan aroma yang lebih khas dan rasa yang lebih nikmat.
Gunakan tempe gembus yang padat, masak dengan api kecil saat diungkep, dan tusuk secara perlahan setelah tempe sedikit dingin agar teksturnya tetap utuh.