Embarkasi Haji Dhoho Kediri Ditarget Beroperasi 2027, Hotel Hotel Untuk Singgah Jamaah Disiapkan 
Wiwit Purwanto July 30, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID KEDIRI - Rencana pengoperasian Embarkasi Haji Dhoho Kediri pada penyelenggaraan ibadah haji 2027 semakin mengarah ke tahap realisasi. Sejumlah persiapan terus dimatangkan, mulai dari penyusunan konsep pelayanan hingga penyiapan fasilitas bagi calon jemaah.

Harapan hadirnya embarkasi baru itu membawa angin segar bagi masyarakat wilayah Mataraman dan sekitarnya.

Selain memangkas jarak keberangkatan menuju Tanah Suci, keberadaan embarkasi di Bandara Dhoho juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi daerah melalui sektor perhotelan dan layanan penunjang lainnya.

Kabar tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI An'im Falachuddin Mahrus saat Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 di Aula Institut Agama Islam Faqih Asy'ari (IAIFA), Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Kamis (30/7/2026).

Menurut Gus An'im, apabila rencana tersebut terealisasi, jemaah haji dari wilayah Mataraman tidak lagi harus berangkat melalui Embarkasi Surabaya, melainkan cukup melalui Bandara Dhoho Kediri.

Baca juga: Tol Menuju Bandara Dhoho Dikebut, Pemkab Kediri Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Investasi

"Yang jelas yang mendapat kabar gembira untuk tahun 2027 direncanakan daerah Mataraman atau sekitar Kabupaten Kediri akan diberangkatkan melalui embarkasi Dhoho Kediri. Ini tentu menjadi kabar baik bagi jemaah haji karena aksesnya lebih dekat," katanya.

Selain mempersiapkan embarkasi, pemerintah juga membahas skema penyediaan tempat singgah bagi calon jemaah haji sebelum keberangkatan.

Gus An'im menjelaskan terdapat dua opsi yang sedang dipertimbangkan. Pertama, jemaah tetap menginap di Asrama Haji Surabaya. Kedua, mengadopsi konsep yang diterapkan di Yogyakarta dengan memanfaatkan hotel-hotel di sekitar bandara sebagai tempat singgah.

Menurutnya, konsep kedua lebih menguntungkan karena tidak hanya memberikan kenyamanan bagi jemaah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya tingkat hunian hotel.

"Harapan kami opsi kedua yang dipilih. Jemaah haji ditampung di hotel-hotel Kediri sehingga juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah yakni okupansi juga meningkat," katanya.

Baca juga: Efisiensi Rute Haji Jatim, Bandara Dhoho Siap Layani Penerbangan Jumbo Tanpa Transit

Dukungan terhadap rencana tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Bahkan, Bupati Kediri disebut siap menyediakan lahan sekitar lima hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas pendukung penyelenggaraan ibadah haji.

Selain itu, muncul gagasan pembangunan Hotel Haji yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat layanan jemaah saat musim haji dan difungsikan untuk berbagai kegiatan pada waktu lainnya.

"Konsepnya bukan lagi asrama haji, tetapi hotel haji. Saat musim haji digunakan melayani jemaah, sedangkan di luar musim bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sehingga memberikan nilai manfaat yang lebih besar," jelasnya.

Kemenag Siapkan Konsep Pelayanan dan Simulasi Operasional

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengatakan persiapan menuju Embarkasi Dhoho terus dilakukan bersama pemerintah daerah, pengelola Bandara Dhoho, dan berbagai pihak terkait.

Salah satu langkah yang telah dilakukan ialah studi banding ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) guna mempelajari pola pelayanan embarkasi yang telah berjalan.

Hasil studi tersebut akan menjadi bahan penyusunan konsep pelayanan yang nantinya disesuaikan dengan sistem Embarkasi Surabaya, mengingat Embarkasi Dhoho tetap menjadi bagian dari penyelenggaraan embarkasi di Jawa Timur.

"Kami sudah melakukan studi ke Yogyakarta. Ada beberapa hal yang bisa diadopsi. Namun hasilnya masih akan kami sinergikan dengan PPIH Embarkasi Jawa Timur agar pelayanan yang diberikan benar-benar optimal," bebernya.

Menurut Kholiq, seluruh persiapan masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat, termasuk petunjuk teknis operasional dari Kementerian Haji dan Umrah serta PPIH Jawa Timur. Setelah regulasi diterbitkan, tahapan berikutnya adalah simulasi operasional sebelum embarkasi mulai difungsikan.

"Untuk saat ini semuanya masih berupa rencana. Kami masih menunggu regulasi dari Jakarta sebelum masuk tahap pelaksanaan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus An'im menilai Bandara Dhoho telah memenuhi aspek infrastruktur untuk melayani penerbangan haji menggunakan pesawat berbadan lebar. Berdasarkan hasil survei bersama otoritas terkait, pesawat dapat terbang langsung tanpa perlu melakukan pengisian bahan bakar di bandara transit sehingga berpotensi menekan biaya operasional.

Sementara itu, Staf Direktorat Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, M. Ikhsan Kamaluzaman, menyampaikan penyelenggaraan haji 2026 telah melibatkan sekitar 33 persen petugas perempuan sebagai bagian dari implementasi layanan ramah perempuan, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.

Ikhsan berharap proporsi tersebut terus meningkat mengingat sekitar 55 persen jemaah haji Indonesia merupakan perempuan. Selain itu, Kementerian juga berencana menambahkan materi fikih perempuan atau fikih nisa' dalam bimbingan manasik agar kebutuhan jemaah perempuan dapat terlayani lebih baik.

"Ini merupakan bentuk daripada implementasi haji ramah perempuan lansia dan disabilitas," tegasnya.

Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru ngaji, organisasi keislaman, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda di Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut menjadi forum penyampaian perkembangan terbaru sekaligus menyerap masukan terkait rencana pengoperasian Embarkasi Haji Dhoho.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.