Kisah Inspiratif Syarifatul, Anak Petani yang Kuliah Gratis di UNEJ Berkat Beasiswa Tahfidz
Pipit Maulidya July 30, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Menjadi anak seorang petani tidak mematahkan semangat Syarifatul Ummah Firdausi untuk menempuh pendidikan tinggi.

Mahasiswi asal Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang ini berhasil menjalani masa kuliah hampir empat tahun secara gratis di Universitas Jember (UNEJ).

Syarifatul merupakan salah satu penerima beasiswa prestasi jalur hafalan Al-quran (Tahfidz) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang sejak 2022.

Kini, mahasiswi Program Studi Pendidikan Fisika FKIP tersebut telah memasuki semester 8 dan sedang menyelesaikan tugas akhir.

Baca juga: Kisah Pasutri di Bondowoso, 44 Tahun Menanti Akhirnya Sah Secara Negara Melalui Isbat Nikah Gratis

Manfaatkan Peluang Jalur Tahfidz Al-quran

Syarifa menceritakan bahwa keberhasilannya mendapatkan beasiswa bermula dari kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan para penghafal Al-quran. Ia mengikuti seleksi ketat yang dilakukan oleh Bagian Kesra Pemkab Lumajang.

"Awal-awal saya masuk saat itu memang program Tahfidz Al-qur'an juga. Karena saya membutuhkan pas disurvei alhamdulillah memenuhi kriteria, alhamdulillah bisa lanjut sampai sekarang beasiswanya," ujar Syarifa saat menerima pencairan beasiswa terakhir yang diserahkan langsung oleh Bupati Lumajang, Kamis (30/7/2026).

Keahliannya menghafal 30 juz Al-quran diasah sejak masih menempuh pendidikan di pondok pesantren. Berbekal kemampuan tersebut, ia lolos seleksi tanpa kendala berarti.

"Dan kebetulan yang ngetes itu guru saya di pondok. Seleksinya waktu itu di kesra, dan saya dites. Setelah dinyatakan sesuai kriteria otomatis masuk beasiswa, jadi tidak ada survei-survei lain," tambahnya.

Meringankan Beban Ekonomi Keluarga

Setiap semester, Syarifa menerima bantuan pendidikan sebesar Rp 7,2 juta. Dana tersebut digunakan secara efisien untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sekaligus menopang biaya hidup di Jember.

"UKT saya Rp 2,5 juta, sisanya masuk biaya hidup," ulasnya.

Bagi Syarifa, beasiswa ini sangat meringankan beban orang tuanya. Ia mengaku tidak lagi bergantung pada kiriman bulanan dari keluarga.

"Jadi orang tua saya tidak perlu kirim uang lagi, jadi benar-benar tercukupi. Kecuali kalau ada kebutuhan mendesak atau kekurangan, orang tua saya masih bisa bantu sedikit," ucapnya bersyukur.

Ia berharap program ini terus berlanjut agar anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu lainnya dapat meraih cita-cita.

"Semoga saja beasiswa ini tetap berlanjut pada adik tingkat nanti, supaya mereka yang kurang mampu tapi berprestasi tetap bisa meraih cita-cita tanpa terbebani ekonomi orang tua," harap Syarifa.

Pesan Bupati Lumajang untuk Mahasiswa Penerima Beasiswa

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa pencairan kali ini merupakan tahap terakhir bagi mahasiswa angkatan 2022. Ia pun mendorong agar para mahasiswa bisa lulus tepat waktu, bahkan lebih cepat.

"Mereka semester terakhir, hampir selesai kuliahnya selama 4 tahun. Tapi sayangnya rata-rata penerima ini menyelesaikan kuliahnya 4 tahun, tidak ada yang 3,5 tahun," komentar Indah.

Menurutnya, dukungan finansial dari pemerintah seharusnya menjadi pemacu semangat untuk berprestasi lebih tinggi. Indah menegaskan bahwa peluang beasiswa sangat terbuka lebar bagi mereka yang mau berusaha.

"Hanya satu saja syaratnya, mereka harus pintar, belajar rajin dan semangat itu adalah modal untuk dapat beasiswa," tegas Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut.

Sebagai informasi, program beasiswa dari Pemkab Lumajang ini difokuskan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sementara itu, untuk mahasiswa di perguruan tinggi swasta, pemerintah berkoordinasi dengan lembaga amil zakat dalam proses pendampingannya.

Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Lumajang, Indriono Krisna Murti, menyebutkan bahwa total terdapat 114 mahasiswa angkatan 2022 yang menjadi penerima manfaat program beasiswa ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.