Dalam aksi yang diikuti 31 peserta itu, mahasiswa menyoroti persoalan pemadaman listrik yang berulang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Mereka mendesak PLN segera menuntaskan gangguan distribusi listrik paling lambat 7 Agustus 2026.
Selain itu, massa juga meminta PLN membuka secara transparan penyebab gangguan listrik, memberikan pertanggungjawaban atas kerugian masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, serta mempublikasikan perkembangan penyelesaian persoalan melalui kanal informasi resmi perusahaan.
Aksi berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 14.00 hingga 16.15 Wita. Sejumlah atribut protes turut dibawa peserta, termasuk spanduk berisi kritik terhadap pelayanan kelistrikan dan sebuah keranda bertuliskan "RIP PLN".
Menanggapi tuntutan tersebut, General Manager PLN UP3 Barabai, Izbed Alighorky, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan listrik.
Menurutnya, pemadaman terjadi karena adanya gangguan pada sistem jaringan kelistrikan. Saat ini, kata dia, petugas masih bekerja melakukan perbaikan agar pasokan listrik kembali normal.
PLN juga menyatakan siap mempercepat proses normalisasi jaringan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menindaklanjuti laporan kerugian masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca juga: Bantah Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel Akibat Batu Bara, PLN Asam-Asam: Stok Aman 15 Hari
Selama aksi berlangsung, pengamanan dilakukan personel Polres Hulu Sungai Tengah bersama Kodim 1002/HST dan petugas keamanan PLN. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga tetap berjalan lancar.
Sementara itu, Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon mengatakan pihaknya mengapresiasi peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
"Polres Hulu Sungai Tengah berkomitmen memberikan pengamanan secara profesional agar hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dialog terbuka yang menghasilkan kesepakatan antara mahasiswa dan PLN.
"Kami berharap hasil yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti dengan baik sehingga permasalahan yang menjadi perhatian masyarakat dapat segera memperoleh solusi," katanya.
Usai dialog, massa membubarkan diri secara tertib dan melanjutkan konvoi menuju Sekretariat HMI Cabang Barabai dengan pengawalan aparat kepolisian.
Polres HST menyatakan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi sebagai langkah antisipasi apabila terdapat tindak lanjut dari aksi tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)