Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Penyelenggaraan Pasar Malam Sekaten Solo Jawa Tengahg di dua lokasi memicu kekhawatiran di kalangan pedagang.
Sedikitnya 30 hingga 40 pedagang memilih mundur dari Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Selatan karena menilai keramaian pengunjung akan terpecah dengan adanya acara serupa di Alun-Alun Utara.
Direktur Utama Diana Ria sekaligus pengelola Pasar Malam Sekaten di Alun-Alun Selatan, Haji Muntohar, mengatakan banyak pelaku UMKM membatalkan rencana berjualan setelah mengetahui ada penyelenggaraan Sekaten di lokasi lain.
“Intinya itu ya dari pedagang akhirnya kemarin sebenarnya mau UMKM mau jualan ya akhirnya juga mundur,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).
Menurut Muntohar, sekitar 30 hingga 40 pedagang membatalkan keikutsertaan mereka karena menunggu kepastian penyelenggaraan.
Mereka khawatir tidak memperoleh keuntungan apabila jumlah pengunjung terbagi ke dua lokasi.
Ia menilai kondisi tersebut membuat para pedagang mengambil sikap lebih berhati-hati sebelum memutuskan membuka lapak.
“Kurang lebihnya sekitar 30-40 peserta karena ya nunggu kepastiannya itu jalan enggak kalau jalan kan dia nanti mendingan enggak jualan. Masa pengunjungnya dipecah jadi dua kan,” terangnya.
Muntohar menambahkan, masyarakat selama ini lebih mengenal Sekaten sebagai tradisi yang berpusat di Alun-Alun Utara.
Prosesi adat Keraton Solo juga berlangsung di kawasan Masjid Agung, sehingga banyak pengunjung diperkirakan lebih memilih mendatangi lokasi tersebut.
Kondisi itu semakin membuat pedagang ragu untuk berjualan di Alun-Alun Selatan.
Baca juga: Potensi PAD Pasar Malam Sekaten Solo Capai Hampir Rp 100 Juta, Ini Sumber Pemasukannya
Muntohar mengaku telah mengantongi izin dari Pakubuwono XIV Purbaya untuk menggunakan Alun-Alun Utara sebagai lokasi Pasar Malam Sekaten.
Namun, karena pada tahun sebelumnya muncul larangan penggunaan lokasi tersebut setelah renovasi, pihaknya memilih tidak memasang wahana di kawasan itu.
Di sisi lain, kubu Pakubuwono XIV Hangabehi yang bekerja sama dengan Event Organizer (EO) Berkah Ria justru lebih dahulu menempatkan wahana di Alun-Alun Utara. Kondisi itu membuatnya mempertanyakan dasar penggunaan lokasi tersebut.
“Saya dikeluarkan rekomendasi izin lokasi itu untuk ngadain kegiatan. Tapi di situ ternyata kan tahun kemarin nggak boleh, katanya seperti itu. Ini sebenarnya sudah dikasih izin juga gitu. Tapi kok kenapa kok malah dari Kanjeng Wiro sama Gusti Moeng itu kok menurunkan barangnya Berkah Ria di situ,” tuturnya.
Baca juga: Biaya Sewa Lapak Pasar Malam Sekaten Solo Tembus Rp 4,5 Juta per Kavling, Bisa Dicicil
Menurut Muntohar, keberadaan dua penyelenggaraan Pasar Malam Sekaten membuat para pedagang kebingungan menentukan lokasi berjualan.
Dampaknya, banyak peserta yang sebelumnya telah mendaftar memilih mengundurkan diri.
(*)