Daftar Panjang Dosa KD Maling Ayam di Tabanan: Pernah Curi Laptop, Bobol Konter HP, 4 Kali Lolos
jonisetiawan July 31, 2026 05:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali, terus memunculkan fakta-fakta baru yang mengejutkan.

Sosok berinisial KD, yang meninggal dunia setelah diamuk massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, ternyata bukan pelaku kriminal biasa.

Belakangan terungkap, KD merupakan buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polres Badung yang telah lama diburu aparat kepolisian.

Namanya dikaitkan dengan serangkaian kasus pencurian di dua kabupaten, mulai dari pembobolan toko laptop, konter telepon seluler, hingga pencurian ternak ayam yang meresahkan warga.

Fakta tersebut sekaligus menjelaskan mengapa aparat kepolisian telah beberapa kali melakukan pengejaran terhadap KD sebelum akhirnya riwayat pelariannya berakhir tragis dalam insiden amuk massa.

Baca juga: Maling Ayam Tewas di Tabanan Ternyata Ancam & Bawa Senjata, Warga Minta Tersangka Diberi Keringanan

Polisi Benarkan Status DPO, Diduga Terlibat Empat Kasus Pencurian

Status KD sebagai buronan dibenarkan oleh Ps Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.

"Memang diduga yang bersangkutan merupakan pelaku dari empat kejadian yang disebutkan. Sudah empat kali dilakukan penggerebekan, tetapi yang bersangkutan selalu lolos," ujar Aiptu Ayu Inastuti, Rabu (29/7/2026).

Menurut kepolisian, KD diduga menjadi otak maupun pelaku dalam sejumlah tindak pidana pencurian yang tersebar di wilayah hukum Polres Badung.

Kasus-kasus tersebut meliputi pembobolan toko laptop di Kecamatan Abiansemal, pencurian di konter telepon seluler di Kecamatan Petang, hingga aksi pencurian ayam yang sempat membuat warga resah.

Empat Kali Digerebek, Selalu Berhasil Meloloskan Diri

Sebelum akhirnya tewas di Tabanan pada Jumat (24/7/2026), KD ternyata telah beberapa kali menjadi target operasi Satreskrim Polres Badung.

Namun setiap upaya penangkapan selalu gagal karena pelaku berhasil melarikan diri.

"Jajaran reskrim sudah melakukan penggerebekan di wilayah Desa Sidatapa, namun pelaku berhasil kabur," jelas Ayu Inastuti.

Medan yang cukup berat menjadi salah satu hambatan aparat saat melakukan pengejaran.

Bahkan dalam salah satu operasi penangkapan, seorang anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka setelah terjatuh ketika mengejar KD.

Meski berkali-kali gagal menangkap pelaku, polisi mengungkapkan bahwa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus pencurian telah berhasil diamankan.

"Barang bukti untuk kasus di Abiansemal maupun Petang sudah berhasil diamankan oleh anggota opsnal. Hanya saja saat akan dilakukan penangkapan, yang bersangkutan selalu berhasil kabur," bebernya.

PENGGEROYOKAN - Kolase tangkapan layar video CCTV yang menunjukkan warga mengejar pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan dan suasana duka keluarga korban
PENGGEROYOKAN - Kolase tangkapan layar video CCTV yang menunjukkan warga mengejar pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan dan suasana duka keluarga korban (Tribun Trends/Instagram @balionline_id)

Aksi Terakhir Berujung Maut di Tabanan

Pelarian KD akhirnya berakhir di Kabupaten Tabanan.

Pada Jumat (24/7/2026), ia dipergoki warga diduga membawa ayam hasil curian di kawasan Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga hingga terjadi aksi main hakim sendiri yang menyebabkan KD meninggal dunia.

Kematian KD kemudian membuka tabir panjang keresahan masyarakat yang selama ini mengaku sering kehilangan ternak.

Baca juga: Maling Ayam di Tabanan Terkenal Licin, Pernah 4 Kali Lolos Penggerebekan, Polisi: Dia DPO

Keluarga Korban Pengeroyokan Mengaku Pernah Diancam

Di balik insiden tersebut, muncul kisah dari Ni Komang Narti, warga Baturiti yang kini menghadapi cobaan berat setelah suami dan anaknya ditahan dalam perkara dugaan pengeroyokan yang menewaskan KD.

Narti mengungkapkan bahwa sekitar dua bulan sebelum kejadian, keluarganya kehilangan 16 ekor ayam ternak yang menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Nilai kerugian yang dialaminya tidak sedikit. Menurutnya, harga ayam yang hilang berkisar mulai Rp500 ribu untuk ayam kecil hingga Rp5 juta untuk ayam dewasa.

Hasil penjualan ternak itu sedianya digunakan untuk membantu melunasi utang biaya pernikahan anak.

Lebih mengejutkan lagi, Narti mengaku keluarganya sempat menerima ancaman dari KD saat memergoki dugaan aksi pencurian tersebut.

"Biasanya saya tidur di lahan tegalan atau pondok, namun semenjak ancaman itu saya sampai menginap di desa," ungkap Narti sambil meneteskan air mata.

Polisi Tangani Dua Perkara Sekaligus

Pasca-insiden tersebut, aparat kepolisian kini menangani dua perkara hukum secara bersamaan.

Perkara pertama berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian ayam yang diduga dilakukan KD.

Sementara perkara kedua menyangkut dugaan pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia.

Di tengah proses hukum itu, beban berat harus ditanggung keluarga Narti.

Dengan kondisi kesehatan yang mengalami saraf kejepit dan harus berjalan menggunakan tongkat, ia kini menjadi satu-satunya penopang keluarga.

Narti terpaksa bekerja bertani sekaligus berjualan sayur demi memenuhi kebutuhan hidup menantu dan dua cucunya yang masih balita setelah suami serta anaknya menjalani penahanan.

"Saya berharap suami dan anak saya cepat pulang karena mereka tulang punggung keluarga," tutur Narti pasrah.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.